124 Anak Yatim dan Dhuafa Menerima Santunan dari YDSF

0
573
Foto : Anak yatim penerima bantuan dari YDSD.(Ali)

GRESIK- Suasana pandemi Covid yang serba terbatas dan sulit, bagi anak yatim non panti dan dhuafa yang sudah tidak mempunyai pekerjaan, sangatlah sulit untuk bertahan hidup. YDSF cabang Gresik hadir memberikan bantuan kepada kelompok tersebut dengan bekerja sama dengan wartawan.

Ny Rusti yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Dukun, dengan mata yang sembab hampir menangis karena tidak pernah membayangkan mendapat santunan buat anak usia SD yang menjadi tanggungannya.

” Saya hidup di desa yang bukan ibukota kecamatan, untuk bertahan hidup dan juga membiayai 2 anak yang ditinggal pergi suami saya, setiap hari saya harus bekerja sebagai buruh di warung kopi dengan 12 jam kerja, atau kerja disawah ketika ada yang memerlukan tenaga saya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, meski harus membanting tulang untuk bertahan hidup dan termasuk menyekolahkan 2 anaknya yang masih di bangku SD, mendidik anaknya untuk lebih ulet dan lulus sekokah formal menjadi tujuan hidup.

” Saya dimintai copy KTP dan KSK oleh guru anak saya sebulan yang lalu, kurang faham apa maksudnya, ternyata saya didaftarkan untuk menerima bantuan untuk bea siswa bagi yatim, terima kasih pak guru dan YDSF,” pungkasnya terbata.

Kepala YDSF cabang Gresik Aris Munandar mengatakan bahwa dalam pekan ini, pihaknya memberikan bantuan kepada anak yatim non panti dan termasuk dhuafa, dengan persebaran di wilayah Kecamatan : Driyorejo, Balongpanggang. Benjeng, Cerme, Kebomas, Gresik, Dukun.

” Kita bekerja sama dengan wartawan, terutama dari PWI yang banyak memberikan informasi terkait orang berhak menerima santunan, termasuk ada marbot masjid usia 80 tahun sebatang kara yang pernah di beritakan, juga anak yatim non panti yang nyaris kurang support dari lingkungan,” tegas Aris di kantornya. Rabu ( 23/9).
( ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here