KH Marzuki Mustamar : Bupati Bisa Menutup Tempat Maksiat Dibanding 100 Kyai

0
1155
Foto : Kh Marzuki Mustamar di depan peserta deklarasi dukung QA.(Ali)

GRESIK – Seorang penguasa, bupati misalnya akan lebih mudah menutup lokalisasi dengan SK nya di bandingkan 100 kyai yang hanya ceramah dari masjid ke masjid dan belum tentu bisa menutup suatu kawasan lokalisasi, demikian disampaikan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, di salah satu hotel di Gresik, Senin sore (10/8).

” Kita warga NU dalam pilkada beberapa bulan ke depan, mesti mensukseskan dan memilih kader dari internal NU, dengan harapan nanti ketika menjabat bupati dan wakil bupati bisa memberikan kontribusi kepada NU dan kepada masyarakat lebih maksimal lagi, misalnya dengan mendirikan perguruan tinggi NU di Gresik, tentu saja orang tua yang kemarin nengirim anaknya untuk kuliyah di luar Gresik, dan kalau di bangun perguruan tinggi NU di Gresik maka uang berputar di Gresik semakin besar,” jelas KH Marzuki Mustamar di hadapan peserta deklarasi mendukung Qosim Alif calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada pilkada Desember mendatang.

Lebih lanjut dikatakan, kalau ada 1.000 mahasiswa asal Gresik yang kuliyah di perguruan tinggi di luar Gresik, masing masing mahasiswa di kirimi 2 juta per bulan, maka Gresik potensi kehilangan perputaran uang 2 milyar.

100 orang kyai yang setiap hari berceramah di masjid dan di musholla , akan sangat susah untuk menutup suatu kawasan maksiat, lokalisasi misalnya, sementara seorang bupati dengan kewenangannya mengeluarkan surat keputusan ( SK ) untuk menutup suatu kawasan maksiat, maka dalam hitungan hari tempat maksiat sudah tutup. itulah gunanya memilih calon pimpinan dari internal.

“Gresik kota, Driyorejo, Menganti, Kebomas, Manyar, adalah kawasan dengan perputaran uang yang lumayan banyak, dan fasilitas jalan juga lumayan baik, harapan kami bupati kedepan lebih sering turun ke daerah yang tidak ada pabrik, yang jalannya rusak, dan juga memberi insentif guru ngaji langsung dengan mendatangi masing masing rumah guru ngaji, dan tidak menunggu usulan, ” papar KH Marzuki.

Deklarasi mendukung Qosim Alif sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, dihadiri oleh Ketua PWNU Jatim, Ketua PCNU Gresik Kh Chusnan Ali, Ketua PDM, Ketua LDII, beberapa anggota DPR RI dan DPRD koalisi partai, beberapa pondok pesantren, beberapa habaib, beberapa kelompok tim sukarelawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here