“Trend” Prostitusi Pasutri, Ini Kata Pakar                     

0
869
Dr.M.G Bagus Ani., Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya. (Foto : Ist)

SURABAYA – Di zaman dulu, praktek prostitusi hanya ada dilokasi-lokasi yang telah ditentukan dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yang pada umumnya dikelola oleh mucikari. Namun saat ini marak terjadi, praktek prostitusi yang dilakukan oleh Pasutri (Pasangan Suami Istri), dimana suami dengan sukarela menjual istrinya untuk melayani nafsu pelanggan.

Ironisnya untuk menarik minat pelanggan, prostitusi “Pasutri” ini, mengiming-iming pelayanan “Sex Nyeleneh” ala “Threesome” yang dipromosikan melalui Medsos. Praktek prostitusi seperti ini, nampaknya sedang menjadi “Trend” kejahatan baru tindak pidana perdagangan orang. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan kepolisian banyak mengungkap kejahatan ini dibeberapa daerah.

Terkait fenomena ini, pakar yang juga dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Dr.M.G Bagus Ani menyimpulkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi prilaku seperti ini, dikarenakan salah satunya faktor ekonomi. “Kondisi ekonomi yang seperti ini, menyebabkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari,” ujarnya.

Selain itu faktor lain, seperti ketidak mampuan suami untuk mencari potensi dirinya, sehingga dapat dikaryakan, akhirnya mencari jalan pintas dengan menjual istrinya. Bagus yang dihubungi melalui telephon selulernya menjelaskan, faktor moral pun sebagai kekuatan, itupun menjadi penyebab.

“Moral yang lemah, juga menjadi faktor penting sebagai filter untuk bertindak diluar norma agama, seharusnya seperti itu,” kata Bagus mengakhir pembicaraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here