Kejar RI 1 Nyapres Lagi, Nyapres Lagi

0
573
Foto : Ilustrasi Prabowo Subianto .(Ist)

JAKARTA – Usai terpilih kembali dalam KLB (Kongres Luar Biasa) Partai Gerindra sebagai Ketum (Ketua umum) partai. Kini Prabowo Subianto didaulat seluruh kader dan pengurus DPD se Indonesia untuk “Nyapres” dalam Pilpres 2024. Namun permintaan tersebut belum diputuskan Prabowo dalam KLB.

Hal ini disampaikan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dihadapkan KLB. “Pak Prabowo mengatakan, bahwa tentang pencalonannya sebagai calon presiden, akan diputuskan setahun sebelum Pilpres 2024 , ” ujar Ahmad Muzani usai KLB di Hambalang Bogor, Jawa Barat.

Dalam perjalanan Pilpres selama ini, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto tergolong tokoh partai yang paling sering ” Nyapres”, tetapi juga tokoh partai yang sering gagal dalam penyapresan selama ini.

Prabowo Subianto mantan Danjen Kopassus ini, 4 kali ikut dalam pertarungan Pilpres, namun selalu gagal. Perjalanan Prabowo Subianto dalam pertarungan Pilpres selama ini, dimulai dari sebelum mendirikan Partai Gerindra.

Upaya Prabowo diawali pada Pilpres 2004.  Saat itu Prabowo berupaya maju melalui Partai Golkar (Melalui Konvensi) dalam pemilu presiden pertama dalam sejarah Indonesia.      Saat upaya itu gagal, Prabowo tidak menyerah, kali ini, putra dari ekonom Soemitro  Djojohadikesumo mendirikan partai  Gerindra.

Pada Pilpres 2009, kembali Prabowo unjuk gigi, kali ini, ia memiliki kendaraan politik sendiri, yaitu Partai Gerindra. Semula Prabowo berniat menggandeng ketua Partai PAN saat itu, Soetrisno Bachir sebagai wakil calon Presiden, karena persyaratan dukungan kursi tidak memenuhi. Maka Prabowo merubah haluan politiknya dengan menggandeng PDI-P, hingga mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden.
Melalui perundingan yang alot, akhirnya diputuskan Prabowo didudukan sebagai wakil Presiden, Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden. Namun pasangan ini gagal menduduki kursi RI. Akhirnya pasangan Soesilo Bambang Yodhoyono – Budiono meraih RI.

Pada Pilpres 2014, Prabowo tidak menyerah lagi, Kali ini partai yang dimiliki berkembang pesat. Kursi Partai Gerindra bertambah dari 26 kursi menjadi 73 kursi. Setelah meraih banyak kursi dilegislatif, nafsu Prabowo semakin kuat  menduduki kursi RI, akhirnya Prabowo berhasil menjadi calon presiden berpasangan dengan Ketum PAN Hatta Rajasa.

Namun lagi- lagi Prabowo mengalami kekalahan dan dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo – Yusuf Kalla. Tidak puas dengan kekalahannya, kembali pada Pilpres 2019, Prabowo “Nyapres” lagi berpasangan dengan Sandiago Uno melawan lawan lamanya Joko Widodo dan Mafruf. Namun nasib tidak beruntung, pasangan Prabowo – Sandiago Uno kalah lagi untuk yang kedua kali dengan pasangan Joko Widodo. (Berbagai Sumber/Imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here