Siapa Saja Jamaah Haji Tahun 2020 Ini

0
260
Para jamaah haji sedang melakukan tawaf pada musim haji ini. Pembatasan sosial diberlakukan.

SAUDI ARABIA — Untuk kali pertama pada musim Haji 2020 pemerintah Arab Saudi, melarang para calon jamaah haji dari luar negara kerajaan tersebut.  Menghentikan peziarah muslim memasuki negara tersebut untuk ziarah tahunan.

Rangkaian ibada haji  dimulai pada hari Selasa lalu, beberapa jamaah terlihat tawaf mengelilingi Kabah sambil menjaga jarak sosial. Pemandangan seperti ini berbeda jauh dengan musim haji tahun tahun sebelumnya.

Karena pandemi, jumlah umat Islam yang hadir telah dikurangi secara drastis, dari sekitar 1,843,961 jamaah haji pada tahun 2019, kini  menjadi sekitar 1.000 penduduk lokal dan warga asing. Ini adalah pertama kalinya sejak mulai memerintah Mekah sekitar satu abad yang lalu bahwa Arab Saudi harus menghentikan peziarah Muslim memasuki negara untuk musim haji tahunan.

Untuk meminimalkan penularan Covid-19, pemerintah Saudi juga telah menerapkan aturan jarak sosial yang ketat dan menggunakan teknologi penelusuran kontak. Ini mencakup semua biaya perjalanan, akomodasi, makanan, dan kesehatan para peziarah yang diterima tahun ini.

Siapa jamaah haji 2020?

Para peserta telah dipilih melalui proses online, dua pertiga adalah warga negara asing yang tinggal di Arab Saudi, dan sepertiga penduduk setempat lainnya. Pelamar harus berusia antara 20 hingga 50 tahun, tidak memiliki gejala virus atau penyakit terminal. Mereka yang belum melakukan ziarah sebelumnya lebih diutamakan.

Para relawan haji (membawa bendera) memimpin setiap kelompok haji yang terdiri dari 20 jamaah.

Di Mekah, jamaah haji harus melalui empat hari karantina di hotel, setelah sebelumnya menyelesaikan karantina di rumah mereka. Menurut laporan kantor berita Asociated Press, mereka bergerak dalam kelompok kecil yang terdiri dari 20 orang untuk membatasi paparan dan potensi penularan virus. Di Masjidil Haram, mereka harus menjaga jarak 1,5 meter antara jamaah satu dan lainnya.

Untuk pelacakan kontak, otoritas Saudi telah memberikan gelang peziarah yang terhubung ke ponsel mereka, sehingga dapat memantau pergerakan mereka. Setelah berakhirnya ziarah pada hari Minggu, para jamaah akan menjalani karantina selama seminggu.

Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, para peziarah akan memakan makanan yang sudah dikemas sebelumnya di kamar hotel mereka, dan mengkonsumsi air suci dari sumur Zamzam yang telah dikemas dalam botol plastik. Mereka juga telah diberi karpet doa sendiri, dan diberi pakaian khusus yang dibubuhi teknologi nano perak yang pemerintah Saudi katakan membantu membunuh bakteri dan membuat pakaian tahan air, demikian dilaporkan Associated Press.

Para jamaah perempuan usai melakukan tawaf tetap dipandung para pemandu perempuan.

Sedangkan untuk melempar jumrah. Juga berbeda dengan musim haji tahun-tahun sebelumnya. Biasanya para jamaah haji mengambil kerikil di sepanjang rute haji untuk dilemparkan pada pilar yang melambangkan iblis. Namun untuk  tahun ini mereka akan mendapatkan kerikil steril yang telah dikantongi sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here