Jadi Gembong Sindikat Curanmor, Pasutri Ini Diringkus Polisi

0
615
Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menunjukkan barang bukti saat press conference

BANYUWANGI – Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil meringkus sepasang suami istri (pasutri) yang menjadi gembong sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tersangka masing-masing berinisial AR (40) dan WJ (40). Keduanya merupakan warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Aksi pencurian yang dilakukan kedua tersangka ini, terekam CCTV dan viral di media sosial.

Dalam melaksanakan aksinya, tersangka memakai jaket warna hitam dan senter kodok dikepalanya, tersangka ini berkeliling di kompleks perumahan tanpa menggunakan alas kaki.

Selain itu, tersangka AR juga membekali dirinya dengan berbagai peralatan, seperti Kunci T, Tang dan alat lainnya yang disimpan didalam tas punggungnya.

Setelah mendapat sasarannya, dia mengendap-endap masuk ke halaman rumah korbannya dengan cara melompati pagar rumah.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, penangkapan komplotan atau sindikat curanmor ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Sedikitnya, sekitar 50 kendaraan matic yang berhasil dicuri para tersangka dibeberapa TKP berbeda yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

“Tersangka AR dan WJ ini sepasang suami istri. Mereka adalah komplotan Curanmor,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK saat Pres Conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu (29/07/2020).

Menurut Arman, dalam menjalankan aksinya, WJ yang merupakan istri tersangka AR ini, berperan mengantarkan suaminya untuk pergi ke tempat tujuan yang akan dijadikan sasaran aksi pencuriannya. Setelah sampai ditempat tujuan, tersangka WJ ini pulang ke rumahnya.

Sedangkan tersangka AR, berperan sebagai eksekutor. Dengan berdandan seperti orang pencari kodok ataupun ular di sawah, tersangka berteduh disebuah pondok di dekat TKP untuk menunggu larutnya malam.

Selanjutnya, masih kata Arman, saat warga tengah terlelap tidur ditengah malam, dia berjalan kaki untuk mencari sasaran sepeda motor yang terparkir dihalaman rumah. Setelah mendapatkan sasarannya, tersangka ini melihat situasi di sekitar TKP. Jika dirasa aman, tersangka langsung melancarkan aksi pencuriannya.

“Modus tersangka AR ini menggunakan kunci T untuk mengambil kendaraan motor curiannya. Ada juga motor yang diambil disaat korban lupa melepas kunci motornya,” terangnya.

”Tersangka ini juga merusak gembok pagar rumah korbannya yang terkunci,” sambungnya.

Arman juga mengungkapkan, untuk motor hasil curian yang rata-rata jenis matic itu, dijual oleh tersangka kepada sindikat curanmor lainnya yang berada di luar wilayah Kabupaten Banyuwangi, seperti di Kabupaten Lumajang, Probolinggo dan daerah lainnya.

“Komplotan atau sindikat ini saling terhubung dengan komplotan curanmor yang berada diluar daerah lainnya. Misal, komplotan curanmor di Banyuwangi menjual hasil curian di Lumajang dan sebaliknya. Komplotan Probolinggo menjual hasil curian di Banyuwangi dan sebaliknya. Jadi sama-sama mengetahui,” bebernya.

Terkait harga, lanjut Arman, bervariasi melihat kondisi kendaraan. Untuk jenis Scoopy dihargai 3,5 juta, untuk Vario dihargai 3 juta dan untuk Honda Beat dihargai 2,5 juta.

“Dalam kasus ini kami menetapkan satu Daftar Pencairan Orang (DPO) berinisial TM yang merupakan warga Lumajang. Dia berperan sebagai penadah,” imbuhnya.

Jadi Gembong Sindikat Curanmor, Pasutri Ini Diringkus Polisi 1
Tersangka AR saat mengakui barang bukti yang ditunjukkan

Saat melakukan penangkapan, polisi terpaksa menghadiahi timah panas di kedua kaki tersangka AR, lantaran mencoba melawan petugas.

Selain itu, Polisi juga berhasil mengamankan 16 item barang bukti. Antara lain 7 unit sepeda motor yang didominasi motor matik merk Honda, 3 rumah kunci T, 6 anak kunci T, sebuah senter kodok, tang, 10 gembok dan barang-barang bukti lainnya.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka kita jerat Pasal 363 Ayat 1 ke 3e, 4e, dan 5e KUHP Jo 65 KUHP dengan ancaman Hukuman 9 tahun penjara,” tegas Arman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here