Keterbukaan Informasi Lewat Media, Dirut Baru Bank Jatim Gelar Conference Via Zoom Meeting

0
811
Bank Jatim Gelar Conference Press Via Zoom Metting.

SURABAYA – Setelah dilantik menjadi Direktur Utama Bank Jatim yang baru, Busrul Iman langsung tancap gas, dengan melaksanakan analyst meeting mengenai Kinerja Keuangan Bank Jatim Triwulan II Tahun 2020. Yang dipaparkan pada conference press via zoom meeting, di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, Rabu 29 Juli 2020.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melaksanakan analyst meeting dan conference press tersebut, dalam rangka memberikan keterbukaan informasi melalui media.

Busrul Iman menyebutkan, bahwa Kinerja Keuangan Bank Jatim Triwulan II Tahun 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Year on Year (YoY).

Berdasarkan kinerja triwulan II, aset Bank Jatim tercatat sebesar Rp 75,24 triliun atau tumbuh 9,12 % (YoY), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 10,49 % (YoY), yaitu sebesar Rp 64,01 triliun.

Sedangkan di sektor kredit, Bank Jatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan. “Pada situasi di tengah pandemi Covid-19 (Corona) seperti ini, Bank Jatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 39,18 triliun atau tumbuh 12,69 % (YoY),” kata Busrul Iman , Rabu ( 29/7 ).

Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi, yaitu sebesar Rp 9,38 triliun atau tumbuh 17,96 % (YoY), diikuti dengan pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp 6,33 triliun atau tumbuh 16,12%.

Untuk komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Juni 2020, antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 19,41 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,79 %, dan Return On Asset (ROA) 2,73 %. Sementara Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 %. “Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, Bank Jatim berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 770,15 miliar,” jelasnya.

Lanjut Busrul Iman, berbagai tantangan banyak dihadapi pemerintah, pelaku usaha, dan tak terkecuali industri perbankan. Akan tetapi, dengan merebaknya pandemi Corona, menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat. “Meski demikian, Bank Jatim bersyukur, masih mampu memberikan kinerja yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur,” tuturnya.

Tantangan Bank Jatim selama Triwulan II 2020 masih berlanjut, mengingat pandemi Corona yang masih melanda di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Namun demikian, Bank Jatim terus menunjukkan pelayanan yang optimal, terutama menyambut tatanan normal baru (new normal) yang digalakkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dalam menghadapi pandemi Corona, Bank Jatim melalui Bank Jatim Syariah bersama Badan Wakaf Indonesia telah melaunching program Wakaf Peduli Indonesia (KALISA). Dimana, Bank Jatim memiliki peran sebagai penghimpun dana wakaf dari masyarakat yang selanjutnya akan dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu, dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank Jatim bersama Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penjaminan Kredit atau Pinjaman Program PEN, dan juga bersama dengan beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Diharapkan PKS ini, mampu menghidupkan dan menggerakkan kembali perekonomian Indonesia di tengah pandemi Corona, dengan memberikan kredit modal kerja kepada para pelaku UMKM.

Sebagai Bank Umum Milik Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim juga mendukung program-program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di tengah pandemi Corona saat ini. Seperti beberapa waktu lalu, Bank Jatim bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan kepada 20 kabupaten/kota di Jawa Timur berupa mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Dengan adanya mesin ini, masyarakat akan lebih mudah dalam proses administrasi dokumen kependudukan, tanpa harus tatap muka secara langsung, sehingga membantu mencegah penularan virus Covid-19.

Selama pandemi Corona yang melanda, dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19, bagi para nasabah atau masyarakat yang sedang berada di rumah dapat memanfaatkan layanan e-channel Bank Jatim untuk melakukan transaksi perbankan.
Melalui fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, para nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman tanpa harus keluar rumah.

Kemudahan juga diberikan Bank Jatim untuk para nasabah dalam pengajuan kredit atau pembiayaan. Yang mana, Bank Jatim sejak pertengahan 2019 telah meluncurkan e-form kredit yang memudahkan bagi para nasabah dalam pengajuan kredit di Bank Jatim.
Teknisnya, calon nasabah cukup dengan melakukan registrasi melalui portal e-form kredit, kemudian Bank Jatim akan mengirimkan notifikasi melalui Short Message Service (SMS) di ponsel nasabah tersebut.

Selain itu, Bank Jatim kini telah memiliki fasilitas kredit multiguna elektronik (e-kmg) yang dapat dimanfaatkan para nasabah. Fasilitas ini merupakan pengembangan kredit multiguna yang sudah ada sebelumnya.

Kali ini e-kmg menyajikan kemudahan dalam mengajukan permohonan kredit, baik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif maupun para pensiunan. Beberapa keunggulan dari e-kmg, di antaranya kemudahan dalam pengajuan kredit melalui mobile application.

Artinya, nasabah cukup memiliki rekening dan payroll gaji yang terdaftar di Bank Jatim.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) beberapa waktu lalu, yang menetapkan Busrul Iman menjadi Direktur Utama Bank Jatim, diharapkan mampu menjawab tantangan ke depan dan membawa Bank Jatim ke arah yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here