Direktur LBH Fajar Trilaksana Ajak Masyarakat Cerdas Tentukan Pilihan Pada Pilkada Gresik

0
1611
Dirut Fajar Trilaksana, Fajar Yulianto, SH

GRESIK – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 khususnya di Kabupaten Gresik telah memunculkan beberapa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan memimpin Kabupaten Gresik 5 tahun ke depan.

Saat ini dinamika dukung dan mengusung pasangan oleh Partai Politik telah terjadi. Banyak partai politik telah melakukan koalisi dan mengusung pasangan untuk bertarung menuju tahta tertinggi di Kabupaten Gresik.

Menyikapi Pilkada yang digelar pada 09 Desember ini, Direktur LBH Fajar Trilaksana, Fajar Yulianto, SH mengajak masyarakat untuk menentukan pilihan calon secara cerdas agar tidak tertipu dengan janji manisnya.

Fajar berpesan agar masyarakat memiliki parameter untuk menentukan pilihan. Khususnya dalam pilkada yg di ikuti oleh Incumbent yang berhadapan dengan Newcumbent.

” Montesquieu ” dalamThe Spirit of Law, Kekuasaan ada 3 hal kecenderungan, pertama, mempertahankan kekuasaannya, kedua memperbesar Kekuasaan dan yang ketiga memanfaatkan Kekuasaan ” tegasnya.

Masih menurutnya, ada yang lebih ekstrim lagi, seorang Ilmuwan
“Lord Acton” mengemukakan kekuasaan cenderung untuk korups ” Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely “.

“Dalam menentukan pilihan, masyarakat bisa menilai sejauh mana calon incumbent memiliki Integritas dan (Elektabilitas). Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa melihat dari kualitas calon Incumbent ini selama memimpin, hasil karya nyata, apakah banyak mengecewakan, apakah banyak keluh kesah atau kebijakannya berpihak atau tidak berpihak pada masayarakat, ” jelasnya.

Tidak hanya itu, Calon Newcumbent, juga harus di lihat dengan cermat. Mereka apakah pendatang baru didunia politik dan jam terbang sebagai leadership juga masih minim /rendah.

Elektabilitas belum terbentuk, apalagi belum pernah menduduki dunia birokrasi, rekam jejak terkait Integritas, kualitas sampai penilaian kepiawaian dalam komunikasi publik, hal ini tentu tidak menutup kemungkinan jika terpilih juga diperlukan adaptasi yang tidak mudah. Artinya Masyarakat pendukung Newcumbent ini walaupun dengan Spekulatif tapi harus benar-benar terukur, visioner serta dapat dipastikan membawa perubahan.

Ditambahkan Fajar, dalam menentukan pilihan “Jika ada dua calon yang sama sama baik, maka pilihlah calon yang lebih sedikit keburukkanya, dan jika ada dua calon yang sama sama buruk maka pilihlah calon yang terbanyak kebaikannya. Mari kita menentukan pilihan dengan cermat dan tetap menjunjung tinggi praktek berdemokrasi yang sehat,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here