Modus Meretas Nomor WhatsApp, Kawanan Pelaku Penipuan Ini Raup Rp 1,2 Miliar

0
462
Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin menunjukkan barang bukti saat press conference

BANYUWANGI – Tiga pelaku kasus penipuan online dengan modus meretas nomor WhatsApp berhasil diringkus Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Mereka diantaranya, Syamsudin alias Poker yang berperan sebagai pemodal, dan Abdul Azis sebagai pencari rekening. Keduanya merupakan warga asal Surabaya. Sedangkan seorang pelaku lainya adalah Abdul Malik, warga asal Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan. Pria ini mempunyai peran sebagai pengepul rekening.

Selain ketiganya, ada juga 14 orang pelaku lainnya. Mereka saat ini telah ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Modus Meretas Nomor WhatsApp, Kawanan Pelaku Penipuan Ini Raup Rp 1,2 Miliar 1
Para tersangka saat di Mapolresta Banyuwangi

“Komplotan penipuan online ini meretas (Hack) nomor WhatsApp, lalu meminta uang kepada  korbannya,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK saat Press Conference di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (30/6).

Menurut Arman, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya 16 laporan warga yang masuk ke Polresta Banyuwangi. Para korban ini rata-rata awalnya dihubungi pelaku, dan diminta untuk mengirimkan ulang kode yang masuk lewat pesan Whatsapp di nomor handphonenya.

Padahal, kode tersebut adalah kode aktifasi untuk mengalihkan nomor WhatsApp para korbannya. Sehingga, apabila kode yang diminta pelaku dikirim kembali, maka seketika nomor WhatsApp korbannya itupun berhasil diretas.

“Setelah berhasil meretas nomor WhatsApp korbannya, komplotan pelaku ini menyalahgunakan untuk menelpon teman atau kerabat korban,” ungkapnya.

Ia menambahkan, komplotan ini menipu teman atau kerabat korbannya dengan sejumlah skenario. Ada yang mengaku sebagai petugas polisi, pejabat, menyebar undian berhadiah, menyebar cek palsu dan sebagainya, ujung – ujungnya meminta transferan sejumlah uang.

Dalam aksinya, ketiga pelaku ini dibantu seorang hacker berinisial KR, termasuk 13 pelaku lainnya berperan pencari rekening yang hingga kini masih dalam DPO.

“Dari aksi penipuan selama satu tahun terakhir, komplotan ini telah berhasil meraup uang sebesar 1,2 miliar,” jelasnya.

Dalam penangkapan ketiga tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa, 3 buah handphone, 15 buku tabungan dan 45 ATM dari berbagai Bank.

“Para tersangka kita jerat Pasal 51 ayat (2) Jo pasal 36 Jo pasal 30 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 378 KUHP,” tegas Arman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here