Dirut BPJAMSOSTEK Tinjau Layanan ‘One to Many’ di Cabang Surabaya Rungkut 

0
58
Foto : Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto saat mencoba Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) disaksikan Deputy Direktur Wilayah Jatim Dodo Suharto, Kakacab Surabaya Rungkut Rudi Susanto di BPJAMSOSTEK Surabaya Rungkut, Rabu (1/7/2020). (hari)

SURABAYA – Pandemi Covid-19 berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia, khususnya dunia usaha. Banyak pemberi kerja terpaksa harus mem-PHK tenaga kerjanya. Ini berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Menyikapi itu, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengungkapkan, sejak awal tahun hingga 26 Juni lalu, secara nasional klaim JHT telah tembus diangka 1,098 juta kasus dan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat. Jika dibanding klaim berjalan pada Juni 2020 yang telah mencapai 259 ribu kasus, peningkatannya 109% dibanding klaim selama Juni 2019.

“BPJAMSOSTEK telah siap menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini. BPJAMSOSTEK telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif,” ungkap Agus saat meninjau Pelayanan One to Many di BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Rungkut, Rabu (1/7/2020).

Protokol LAPAK ASIK yang dikenalkan sejak Maret lalu melalui kanal online antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, kata Agus, terus disempurnakan. Bahkan kini peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, karena LAPAK ASIK juga memiliki kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Demi memastikan pelayanan LAPAK ASIK offline berjalan dengan baik, Agus melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama Direktur Pelayanan Krishna Syarief, Direktur Renstra & IT Sumarjono.

Agus menyampaikan, LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung. Tiap kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data. Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut “One to Many”.

“Dengan metode One To Many, Kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan physical distancing tetap terjaga. Saat ini sudah kita implementasikan hampir di seluruh cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one tapi tetap memperhatikan physical distancing”, jelas Agus

BPJAMSOSTEK, lanjut Agus, juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal  LAPAK ASIK kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini, pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk 1 orang perwakilan.

“Meski kami menyediakan kanal klaim offline, namun saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan, jika ingin klaim. Karena prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-19. Peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan. Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” tutup Agus.

Sementara Kakacab BPJAMSOSTEK Surabaya Rungkut, Rudi Susanto siap memberikan komitmen pelayanan prima untuk peserta BPJAMSOSTEK. Penerapan pelayanan one to many salah satu bukti komitmennya.

“Pelayanan yang kami berikan dengan baik dan optimal tetapi juga menerapkan aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah guna mencegah penularan Covid-19 dengan menggunakan masker dan cuci tangan sebelum memasuki ruang pelayanan,” ujar Rudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here