Starbucks Hentikan Sementara Beriklan di Medsos Terkait Ujaran Kebencian

0
1468
Seorang perempuan melintasi salah satu gerai Starbucks
BIDIK.NEWS — Jaringan kedai kopi asal Amerika, Starbucks mengikuti jejak sejumlah perusahaan ternama seperti Coca-cola, menarik iklannya dari semua platform jejaring sosial seperti Facebook.
Starbucks mengumumkan menghentikan sementara sambil melakukan pembicaraan internal dengan kelompok kelompok hak asasi manusia dan mitranya. 
“Banyak yang harus dilakukan” untuk menciptakan ruang online yang inklusif, kata Starbucks, dan itu berarti memiliki perusahaan dan politisi yang bisa bekerja sama, agar tidak menampung ujaran kebencian di ruang online sosial media.

Starbucks menjelaskan kepada The Verge, bahwa ia masih akan menjalankan iklan di YouTube, dan masih akan menulis posting media sosial berupa promosi tidak berbayar. Sebagian besar perusahaan lain memboikot jejaring sosial menahan iklan untuk bulan Juli nanti.

Starbucks menambah daftar merek-merek besar yang menarik iklan mereka (sebagian besar dari Facebook) terkait ujaran kebencian, termasuk Coca-Cola, Honda, Hershey dan perusahaan induk Engadget Verizon. Facebook mengatakan tidak akan melakukan perubahan kebijakan dalam menanggapi tekanan keuangan. Tetapi meskipun demikian mengatakan itu akan memperhatikan secara khusus  posting politisi ketika mereka melanggar aturan.

Starbucks tidak berkomitmen sedalam beberapa rekannya. Tidak seperti merek lain, perusahaan ini belum bergabung dengan kampanye “Stop Hate for Profit” yang berfokus pada Facebook yang dijalankan oleh Anti-Defamation League dan NAACP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here