Covid-19, Beijing Kembali Terapkan Lockdown

0
295
Foto : Suasana kota Beijing (Ist)

BEIJING- Pemerintah Beijing kembali memperketat lockdown di beberapa wilayah selepas munculnya klaster baru dari pusat grosir yang berujung pada terinfeksinya puluhan warga.

Menyadur The Guardian, dari hasil pengujian orang yang bekerja di pasar Xinfadi, sebanyak 45 orang dilaporkan terinfeksi virus corona. Sementara 139 warga yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif, kini telah dikarantina.

“Sesuai dengan prinsip mengutamakan keselamatan massa dan kesehatan, kami telah mengadopsi langkah-langkah penguncian untuk pasar Xinfadi dan lingkungan sekitarnya,” ujat Chu Junwei, seorang pejabat setempat.

Akibat munculnya transmisi lokal baru ini, kawasan Fengtai selatan, distrik tempat pasar Xinfandi berada, kini tengah dikunci secara ketat. Setidaknya 11 kompleks perumahan dan beberapa sekolah dekat pasar Xinfadi telah ditutup.

“Distrik ini dalam ‘mode darurat perang’,” imbuh Junwei.

Untuk mencegah kemunculan kasus infeksi yang lebih besar, pemerintah akan melakukan pengujian terhadap lebih dari 10 ribu pekerja pasar yang diklaim sebagai pusat grosir produk pertanian terbesar di Asia tersebut.

Kasus pertama dalam klaster Xinfadi ditemukan pada Kamis (11/6) lalu, di mana seorang pria berusia 52 tahun dinyatakan positif. Infeksi ini menjadi kasus pertama kali setelah Beijing mencatatkan tak ada kasus baru selama 55 hari.

Kemudian pada Sabtu (13/6), muncul 6 infeksi baru, terdiri dari tiga pekerja pasar, dua orang pengunjung dan seorang rekan kerja dari salah satu pengunjung.

Penyebab infeksi klaster ini disebut-sebut berasal dari sebuah talenan yang digunakan untuk memotong salmon impor di Xinfandi terkena virus corona. Akibatnya, ikan salmon kini ditarik dari supermarket-supermarket, meski, ikan disebutkan tidak dapat terinfeksi Covid-19.

Kemunculan klaster Xinfandi juga menyebabkan beberapa pembatasan di pusat koto Beijing, seperti penangguhan acara olahraga, penutupan beberapa tempat wisata dan sekolah dasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here