Polresta Banyuwangi Ringkus Lima Tersangka Kasus Narkoba

0
81
Foto : AKBP Arman Asmara Syarifudin menunjukkan barang bukti saat press conference .(Swr)

BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi berhasil membongkar kasus perdaran narkoba di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam kasus ini, kepolisian meringkus lima orang tersangka dari enam kasus. Tak hanya itu, kepolisian juga mengamankan puluhan paket sabu siap edar dan puluhan pil trex.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang ini diungkap selama kepolisian melakukan operasi sejak bulan Agustus 2019 lalu.

“Kita mengamankan 5 orang tersangka dari 6 kasus, juga menyita 61 paket sabu siap edar seberat 90,33 gram serta 42.100 butir pil trex, 6 unit handphone berbagai merk, 3 unit sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp. 2 juta 700 ribu,” kata AKBP Arman dalam keterangan press conference, Rabu (11/12/2019).

Hingga kini, lanjut Arman, pihaknya tengah melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap bandar narkoba dan obat-obatan terlarang tersebut.

“Tentu kita juga meminta dukungan dan bantuan masyarakat, sehingga dapat mengungkap peredaran narkoba dan obat terlarang ini secara baik dan tepat,” imbuhnya.

Sementara, tersangka F mengaku baru beberapa bulan menjajakan barang haram tersebut, yang dijual ke pelanggan tetapnya di wilayah Banyuwangi.

“Ada 6 sampai 10 orang yang biasanya pesan setengah gram hingga 1 gram. Setengah gram sabu-sabu saya jual Rp. 750 ribu,” ungkap tersangka F.

Ia juga mengaku menjual obat-obatan terlarang seperti pil trex seharga Rp. 800 ribu per-kalengnya.

“Saya biasa menjualnya dalam bentuk kalengan. 1 kaleng berisi 1000 butir yang dijual seharga Rp. 800 ribu,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 (1) SUB 112 (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati. Sedangkan untuk tersangka pengedar obat keras berbahaya, akan dijerat pasal 196, 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(swr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here