PT KAI DAOP 8 Surabaya Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

0
45
Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya saat membagian stiker, bunga, pin dan bendera merah putih di perlintasan kereta api di seputaran perlintasan KA Royal Plasa, Surabaya. (Foto : Ist)

SURABAYA | Menyambut Hari Pahlawan sekaligus ajang kampanye disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. PT KAI Daop 8 Surabaya bersama Komunitas Pecinta Kereta Api, melakukan sosialisasi peduli keselamatan berlalu lintas di perlintasan sekitar Jalan A. Yani, Surabaya, tepatnya seputar Mall Royal Plasa, Minggu (10/11/2019).

Guna menarik perhatian masyarakat yang melintas, panitia menampilkan kegiatan musik angklung dengan menyanyikan lagu perjuangan serta kostum ala pejuang. Terlihat juga peserta dengan tampilan balutan perban dan robot merah putih.

Para peserta yang berjumlah 40 orang ini, dalam aksi simpatiknya diisi dengan pembagian stiker selamat di perlintasan, bunga, pin dan bendera merah putih.

Suprapto, Manager PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan, pihaknya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi. Agar masyarakat yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor, baik roda 2 dan 4, agar berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya.

Berbagai cara pendekatan komunikasi guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan telah dilakukan seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, balai desa, di stasiun-stasiun, seminar di hotel-hotel, dan hingga aksi simpatik di jalanan.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda STOP, tengok kiri-kanan, apabila telah yakin AMAN, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda STOP tersebut,” katanya.

Sesuai UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan, Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain. Mendahulukan kereta api, dan Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

“Kami harapkan dengan kegiatan sosialisasi keselamatan dari berbagai stake holders di wilayah Jatim, angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang diwilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dapat terus turun,” ucapnya.

Di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, lanjutnya,  pada 2017 terjadi 75 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan. Kemudian 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk 2019 ini dari periode Januari s/d September 2019 telah terjadi 40 kasus kecelakaan.

Pentingnya pemahaman bahwa alat utama keselamatan di perlintasan adalah rambu lalu lintas, ini bisa terlihat dari data jumlah perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat total jumlah 568 titik. Dari jumlah tersebut, 164 titik ada palang pintunya serta terjaga, dan sisanya 404 titik titidak ada palang pintunya serta tidak terjaga.

Cara yang efektif agar keselamatan pengguna jalan raya bisa terjamin ketika melintas di perlintasan sebidang, adalah selalu berprilaku disiplin mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada.

“Semoga dengan kesadaran disiplin berlalu lintas yang tinggi dari pengguna jalan raya, angkutan Natal 2019 dan tahun baru 2020 ini, bisa menjadi perjalanan liburan yang indah dan berkesan bagi para pemudik,” pungkas Suprapto. (hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here