Kapolres Gresik nonton bareng siswa dan guru SLB Bhayangkari

GRESIK — Selain memberi hiburan, namun ada pesan yang perlu disampaikan kepada masyarakat luas terkait tugas polisi dalam membasmi kriminalitas. Bahkan bisa bisa keluarga atau bahkan nyawa yang menjadi taruhannya. Demikian komentar Kapolres Gresik AKBP Koesworo seusai nonton “Hanya Manusia ” di Gres Mall bersama siswa dan guru SLB Bhayangkari, Jumat (8/11).

” Bagi anak anak yang berkebutuhan khusus atau cacat mental, nanti biar guru pembimbing yang menjelaskan kepada siswa, bahwa betapa beratnya tugas polisi di lapangan dalam hal mengungkap suatu kasus kejahatan di masyarakat. Teman sendiri yang sudah dipercaya sebagai informan juga bisa menjadi agen ganda,” jelas Kiesworo.

Sekitar 200 siswa siswi SLB Bhayangkari Gresik  beserta guru pembimbing di ajak nonton film yang diproduksi Humas Mabes Polri. Dalam film tersebut diceritakan ada salah satu anggota polisi yang baru mutasi ke daerah yang baru dan langsung bergabung dalam unit PPA.

Kasus yang harus di buka adalah perdagangan wanita yang lagi marak dan korban sudah lumayan banyak, dari membaca berkas laporan dari orang yang kehilangan anggota keluarga, dan termasuk pengembangan dari penyidikan. Termasuk turun mewawancarai orang yang dianggap tahu. Ternyata informan polisi juga ikut membackingi dari penjualan manusia.

Salah satu guru SLB yang ikut mendampingi para siswa seusai melihat film berkomentar bahwa ternyata informan polisi kadang juga bermain di dua kaki, ”Inti dari lihat film ini, jangan percaya seratus persen pada salah satu informasi yang masuk, namun perlu di cek dari jalur yang lain, meskipun itu adalah teman sendiri,” tutur Ny Nur. ( ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here