Sinergi Dorong Momentum Perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia

63
Opening Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 bertema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia”, Kamis - Sabtu (6-9/11/2019) malam di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. (Foto : Ist)

SURABAYA – Bank Indonesia (BI) terus menjaga komitmen mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, melalui kerjasama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 bertema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung Kamis – Sabtu (6-9/11/2019) di Grand City Convention and Exhibition Surabaya.

Fesyar Indonesia 2019 merupakan wajah baru dari pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di daerah. Yang telah terselenggara sukses di Surabaya dalam 5 tahun terakhir dan melahirkan beragam inisiatif yang menjadi rujukan nasional.  
Gelaran Fesyar Indonesia 2019 salah satu strategi dalam memperkuat dan mempromosikan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dengan 3 pilar utama, yaitu memperkuat pondasi sektor usaha syariah pada pertumbuhan yang berkesinambungan melalui penguatan halal value chain, meningkatkan alternatif pembiayaan dan kestabilan pasar keuangan syariah, komersial maupun sosial melalui ZISWAF serta mengoptimalkan kualitas pengembangan ekonomi syariah berbasis kajian dan riset.

“Pentingnya komitmen yang kuat dalam mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan di Indonesia untuk lebih meningkatkan peranan ekonomi dan keuangan syariah bagi perekonomian nasional. Sinergi yang kuat dalam naungan KNKS menjadi penting untuk terus dijaga dan menjadi modal yang besar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa mendatang,” tutur Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI saat opening ceremony Fesyar Indonesia 2019, Kamis (6/11/2019) malam.

Optimisme perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin kuat seiring penghargaan yang baru saja diterima Indonesia dari Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019. Yang mendudukan Indonesia sebagai negara peringkat ke-1 dunia dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah. Peringkat Indonesia bahkan naik cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-6.

Selain itu, sinergi juga menjadi prasyarat utama yang harus dipenuhi untuk memperkuat pelaksanaan 4 strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Seperti tercantum dalam masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang mencakup :

Penguatan rantai nilai halal, Penguatan sektor keuangan syariah, Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta Pemanfaatan ekonomi digital.

Dalam kegiatan opening ceremony Fesyar Indonesia 2019, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim menyampaikan, sinergi kegiatan terkait penguatan ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan Pemprov Jatim bersama BI Jatim. Salah satu program sinergi penguatan ekonomi syariah di Jatim adalah akselerasi program One Pesantren One Product (OPOP) yang saat ini mencapai sekitar 200 produk OPOP dan telah masuk menjadi salah satu program dalam RAPBD 2020 dan bersinergi dengan DPRD Jatim.

Pasar ekonomi dan keuangan syariah juga dapat dimanfaatkan, sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, pengembangan sektor – sektor potensial yang dapat mendukung penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru perlu untuk terus digalakan. Salah satunya melalui ekonomi dan keuangan syariah.

“Pasar keuangan syariah, pembiayaan ekonomi syariah tentunya butuh dana yang tidak sedikit. Perbankan syariah masih memliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkan keuangan syariah. Disamping itu, Islamic finance juga memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung keuangan syariah di Indonesia,” tambah Dody.

BI bersama KNKS mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi pada festival ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia ini. (hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here