Pembobol Aplikasi OVO Di Maxx Cafe Pakuwon, Akui Perbuatannya

FOTO : Terdakwa Aditya Suprabama saat disidangkan di PN.Surabaya .( Jaka)

SURABAYA|BIDIK NEWS – Aditya Noor Supraba, terdakwa dalam kasus transaksi top up secara ilegal aplikasi OVO di Maxx Cafe Pakuwon Supermall Surabaya, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya. Kamis (12/09).

Sidang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurlaila dari Kejaksaan Tinggi Jatim.

Saat diperiksa, saksi menerangkan terkait peran terdakwa Aditya yang menimbulkan kerugian sebesar Rp. 198 juta tersebut. “Terdakwa bertindak selaku pengisi top up ke akun aplikasi OVO yang sudah dipersiapkan oleh Ari Wibawa (berkas terpisah),”kata saksi.

Saksi menambahkan, dalam melakukan aksinya, terdakwa menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang berasal dari Maxx Cafe. “Dengan bantuan Moh. Samsul Basri (berkas terpisah), pegawai Maxx Cafe yang mempunyai kewenangan penuh atas mesin EDC tersebut, kemudian mesin beserta passwordnya diberikan kepada Aditya untuk melakukan transfer ilegal,”imbuh saksi.

Lebih lanjut, saksi menjelaskan bahwa terdakwa ditangkap di rumahnya Sleman, Jawa Tengah. Saat ditangkap terdakwa langsung mengakui perbuatannya.

“Terdakwa kami tangkap di rumahnya di Sleman, Jawa Tengah, pak hakim,”pungkas saksi

Atas keterangan saksi, terdakwa terus terang mengakui perbuatannya saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Hisbullah.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Sebagaimana Telah Diubah Menjadi Undang-Undang Ri Nomor 19 Tahun 2016 jo. Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, terdakwa Aditya Noor Supraba bersama-sama dengan Moh. Samsul Basri, Ari Wibawa, Rio (DPO) dan Medi (DPO), bertempat di Hotel Rolling Stone Surabaya bersepakat melakukan pembobolan saldo aplikasi OVO yang berada di Maxx Cafe Pakuwon Supermall Surabaya.

Rio menawarkan kepada Moh. Samsul Bahri, untuk membantu melancarkan pengambilan mesin EDC yang berada di Maxx Cafe.

Moh. Samsul Basri yang bekerja sebagai manajer di Maxx Cafe tersebut, akhirnya menyetujui rencana pembobolan saldo aplikasi OVO setelah dijanjikan mendapat bagian sebesar Rp. 100 juta.

Medi, yang bertugas sebagai pengambil mesin EDC tersebut berhasil melakukan aksinya dengan menyamar sebagai petugas OVO dari Jakarta. Kemudian mesin EDC tersebut diberikan kepada Rio, untuk dikerjakan oleh terdakwa Aditya.

Terdakwa Aditya Noor Supraba, Ari Wibawa, Moh. Samsul Basri maupun Rio tidak pernah melakukan pembayaran kepada Kasir Maxx Coffee terkait dengan transfer saldo total sebesar Rp. 198.996.000,-. (J4k)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*