Hakim Perintahkan Jaksa Kembangkan OTT Di BPPKAD Gresik 

Foto : Terdakwa setelah sidang vonis di PN Tipikor Sidoarjo.( Rohim)

SIDOARJO|BIDIK NEWS – Sidang Putusan perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) di BPPKAD Gresik oleh Kejari Gresik telah usai. Terdakwa mantan Plt kepala BPPAD Gresik telah tebukti bersalah dijatuhi hukuman 4 tahun serta denda 200 juta subsidaur 2 bulan dan vonis tanmbahan mengganti kerugian negara seesar 2,1 milyar dalam watu 1 bulan sejak putusan dinyatakn inkrah, jika tidak dibayarkan maka asetnya akan disita kemudian dilelang dan jika tidak ada diganti dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

Pada amar putusan Majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman meyatakan bahwa potongan jasa insentif di BPPKAD ini merupakan perbuatan berlanjut sejak tahun 2014 waktu itu dipimpin oleh Yetty Sri Suparyati, selanjutnya pada tahun 2018 sebagai kepala Kaban Andhy Hendro Wijaya dan dilanjutkan oleh terdakwa waktu itu menjabat Plt Kepala BPPKAD.

“Besarnya potongan jasa instensif pada semua staff BPPKAD diberikan secara tunai dan disetorkan pada kepala bidang masing-masing. Setelah terkumpul uang tersebut disetorkan kepada terdakwa waktu itu sebagai sekretaris dan Plt kepala BPPKAD. Selanjutnya, uang hasil potongan itu di berikan kepada internal, eksternal (asisten 1,2,3, Kabag hukum, kasubag hukum, kepala BKD, Sekda, asisten sekda, ajudan Bupati dan wakil bupati, serta LSM,” tegas Hakim anggota Lufsiana saat membacakan amar putusan.

Masih menurut Majelis hakim besaran prosentase potongan hasil jasa insentif dan pendistribusiannya diketahui lansung oleh kepala badan yakni Yetty Sri Suparyati dan Andhy Hendro Wijaya, dan itu sudah tertuang dalam rapat bersama antara kepala badan dan semua kabid serta kasubag di BPPKAD. Tidak hanya itu, semua pengeluaran dana potongan jasa insentif juga atas perintah kepala kaban.

“Menimbang karena Majelis hakim sependapat dengan dakwaan jaksa penuntut umum bahwa perbuatan ini merupakan perbuatan berlanjut maka Mejelis hakim menyatakan perlu dikembangkan lebih lanjut kepada para pihak yang ikut bertanggung jawab secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, untuk hasil OTT sebesar 374 juta dan uang titipan dari mereka yang menerima sebesar 167 juta akan dikembalikan kepada negara selanjutnya akan diserahkan kepada kas daerah kabupaten Gresik. (him)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*