Gara-gara Bunuh Teman Wanitanya , Pengelola Cafe Masuk Penjara 

Foto : tersangka saat rilis di Mapolres Gresik.(Rohim)

GRESIK|BIDIK NEWS – Cafe Penjara yang berlokasi di sebelah Rutan Banjarsari, Cerme jadi saksi bisu atas terbunuhnya wanita bernama Hadryl Choirun Nisa’a yang berumur 24 tahun.

Hanya demi mendapatkan uang untuk membayar hutang sebesar 5 juta, pelaku yang juga teman akrab korban tega menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik, selasa malam (10/09).

Korban yang sudah tidak bernyawa dibiarkan tergeletak di dalam cafe penjara dan hanya di tutupi karung. Tidak hanya itu, barang berharga milik korban, hp, perhiasan mas dan dompet diambil oleh pelaku yang rencananya akan dijual untuk menutupi hutang pelaku.

Selang beberapa jam, sejak korban ditemukan tewas, anggota polsek cerme berhasil meringkus pelaku dirumahnya. Pelaku bernama Shalahuddin Al-Ayyubi, warga Perum Banjarsari Asri Gang 6, Desa Banjarsari dan telah ditetapkan sebagai tersangla pembunuhan.

Menurut keterangan tersangka, korban tewas dengan cara dicekik lehernya mengunakan tangan kanan. Setelah korban tidak berdaya, celana dalam korban dilucuti hingga setengah telanjang.

Tidak hanya itu, tersangka juga berniat menghilangkan jejak dengan cara akan mengubur korban di area cafe. Akan tetapi niat itu diurungkan, karena halaman cafe sudah berpaving sehingga korban di geletakkan dan hanya ditutupi karung.

“Saya tidak ada niatan membunuh pak. Karena korban teriak jadi spontan saya cekik,” kata Ayub saat di Mapolres Gresik, Rabu (11/9).

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menyatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat. Info tersebut lansung ditindak lanjuti, sekitar pukul 21.30 Wib anggota Polsek Cerme langsung menuju lokasi dan menemukan korban di area caffe penjara.

“Setelah itu anggota Polsek Cerme dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Iwan Hari Poerwanto menangkap tersangka di rumahnya,” tegas Kapolres Gresik.

Masih menurutnya, tersangka tidak ada hubungan asamara. Keduanya sejak kecil sudah menjadi teman lama. Waktu itu, tersangka meminta korban untuk datang di cafe penjara dengan alasan ada keperluan penting.

“Setelah korban masuk kedalam Caffe, gerbang langsung ditutup. Pelaku pun langsung memeluk korban dari belakang. Dan berkata bahwa dirinya hanya membutuhkan uang dan sejumlah barang untuk dijual. Korban berontak dan dibekap hingga jatuh lemas. Setelah kejang-kejang dibawah dicekik lagi hingga tidak berdaya hingga meninggal dunia. Setelah itu diseret ke suatu tempat dan ditutupi oleh karung,” ujar Wahyu sapaan akrab Kapolres Gresik.

Ditambahkannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 Jo pasal 365 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (him)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*