BI Susun Strategi dan Dorong Percepatan Investasi

FOTO : Difi A. Johansyah, Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim (berdiri). (Ist)

SURABAYA|BIDIK NEWS – Di tengah gejolak kondisi ekonomi global, penguatan kapabilitas industri nasional perlu terus didorong untuk meningkatkan kontribusi perekonomian. Upaya untuk menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit) pun harus terus dilakukan.

Dimana Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati 6 langkah strategis untuk memperkuat kinerja industri manufaktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan inklusif.

6 langkah strategis tersebut antara lain, Pertama, meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan infrastruktur. Kedua, mendukung peningkatan iklim investasi melalui sistem perizinan dengan mengimplementasikan Online Single Submission (OSS) versi 1.1.

Ketiga, mendukung harmonisasi regulasi dan program kebijakan untuk meningkatkan produktivitas industri, antara lain melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan super deductible tax dan penerbitan penyempurnaan ketentuan pendukung Kendaraan Ramah Lingkungan.

Keempat, mendukung kelancaran sistem pembayaran melalui perluasan kerjasama Local Currency Settlement untuk perdagangan internasional dengan dua negara mitra. Perluasan kerjasama Local Currency Settlement untuk investasi (Malaysia, Thailand). Serta pengembangan sistem pembayaraan melalui perluasan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan peluncuran Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS).

Kelima, mendorong pembiayaan melalui pembiayaan yang berwawasan lingkungan (green financing) melalui pelonggaran Loan to Value (LTV) dan uang muka, serta pelebaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan perluasan cakupan komponen sumber funding.

Keenam, mendukung promosi perdagangan dan investasi industri manufaktur.

Kesepakatan dimaksud dicapai dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BI (Rakorpusda) pada 4 September 2019 di Jakarta yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama Gubernur BI, dan dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, kementerian terkait serta sejumlah kepala daerah tingkat provinsi yang merupakan basis industri manufaktur nasional, yaitu Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, langkah percepatan investasi nasional juga terus dilakukan, termasuk di Jatim. Karena itu, KPw BI Jatim bekerjasama dengan Pemprov akan menggelar Seminar Nasional “East Java Investment : Gaining Momentum Amidst The Stable Outlook”, Kamis (12/9/2019) di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya.

“Disini, akan hadir narasumber yang memaparkan prospek ekonomi dan peluang investasi di Indonesia, khususnya Jatim” jelas Difi A. Johansyah, Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Selasa (10/9/2019) malam.

Penyelenggaraan Seminar Nasional ini menjadi rangkaian kegiatan East Java Infestival (EJI) yang digelar Pemprov Jatim pada 12-15 September 2019 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya. EJI diharapkan mampu menjadi etalase dan media promosi berbagai sektor investasi Jatim. Didalamnya, ada berbagai rangkaian kegiatan, termasuk forum investasi dan business matching antara investor dengan pemilik proyek investasi.

“EJI ini adalah bentuk komitmen bersama untuk mendorong percepatan investasi di Jatim. Harapannya, EJI mampu menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Jatim,” pungkas Difi. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*