Hakim Tolak Eksepsi Bassist Boomerang

FOTO : Terdakwa Hubert Henry saat sidang di PN. Sidoarjo .( Jaka)
  • SURABAYA|BIDIK.NEWS – Nota Keberatan (Eksepsi) terdakwa narkoba jenis ganja, Hubert Henry, ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, saat sidang lanjutan kembali digelar dengan agenda pembacaan putusan sela.

Dalam amar putusan sela majelis hakim yang diketuai oleh Anne Rusiana disebutkan, bahwa eksepsi terdakwa yang diajukan oleh penasihat hukumnya terkait surat dakwaan jaksa melanggar Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP, sangat tidak beralasan atau tidak tepat.

“Dengan ini majelis hakim PN Surabaya menyatakan, menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa Hubert Henry Limahelu dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan saksi ke persidangan,”kata hakim Anne, seperti dikutip oleh BIDIK.NEWS.

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim telah menilai surat dakwaan jaksa sudah disusun secara cermat, teliti dan jelas, karena sudah menjelaskan secara detail identitas terdakwa dan peristiwa tindak pidananya.

Selain itu, majelis hakim juga berpendapat bahwa eksepsi penasihat hukum terdakwa telah masuk ke materi pokok perkara dan harus dibuktikan dalam persidangan.

“Eksepsi tim penasehat hukum telah masuk ke materi pokok perkara, sehingga majelis berpendapat agar unsur unsur pasal yang dimaksud dibuktikan dalam sidang pembuktian,”imbuh hakim Anne.

Terpisah, Ali Prakosa, JPU yang menangani perkara ini, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya akan menghadirkan saksi-saksi dalam BAP pada sidang pekan depan.

“Minggu depan kita hadirkan saksi-saksi yang ada dalam BAP,” ucap Jaksa Ali Prakosa saat dikonfirmasi usai persidangan.

Untuk diketahui, Henry ditangkap petugas kepolisian Polrestabes Surabaya di kediamannya, di kawasan Jalan Kalongan Surabaya. Saat ditangkap, petugas menemukan tiga bungkus plastik narkotika jenis ganja yang disimpan di atap genteng rumah terdakwa.

Dari hasil penyidikan, ganja tersebut dibeli Henry dari Michale Amos (berkas perkara terpisah) seharga Rp 400 ribu.

Dalam surat dakwaan JPU Ali Prakosa, Henry didakwa melanggar pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(j4k)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*