Diduga Pemer Senpi, Seorang Kontraktor di Banyuwangi Jadi Sorotan Perbakin

FOTO : Erwin Yudianto, SH .(Nanang)

BANYUWANGI|BIDIK NEWS – Kabar hebohnya seorang oknum kontraktor (rekanan) di Banyuwangi yang diduga memamerkan senjata api (senpi) ditempat umum, menjadi sorotan sejumlah aktifis dan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Cabang Banyuwangi.

Aksi tersebut dilakukan oknum kontraktor berinisial RM di sebuah warung makan di Banyuwangi pada Jum’at (06/09) siang.

Awalnya, RM yang waktu sedang makan, tib-tiba memamerkan senjata api didepan Cak No salah satu aktifis Pemuda Pancasila (PP) MPC Banyuwangi. Hal itu pun kemudian menjadi pembicaraan hangat dikalangan aktifis Banyuwangi.

Entah apa maksud dan tujuan RM memamerkan senjata api di depan umum, sambil membuka megazen dan memasukkannya lagi ke dalam senjata api pistol. Yang kemudian dimasukan sarung senjata dan disengkelit diperutnya.

Menurut keterangan Cak No, dirinya waktu itu langsung menegur RM.

“Untuk apa senjata itu, mau nembak siapa, tanya Cak No. RM menjawab tidak ada, karena habis jum’atan jadi saya bawa, karena kalau hilang saya yang dihukum,” kata Cak No menirukan ucapan RM.

Bukan hanya itu, RM juga sempat bercerita, jika tahun 2008 pernah ditahan di lapas Banyuwangi masalah kayu.

“Maksudnya apa, tidak jelas baru kenal kok menunjukkan pistol, cerita pernah dipenjara, apa mau pamer,” imbuh Cak No.

Cak No juga meengungkapkan, RM juga sempat menyinggung Risky salah satu aktifis Banyuwangi yang selama ini dikenal kritis dalam menyikapi pelaksanaan pembangunan di wilayah Banyuwangi.

“Kalau menghilangkan Risky mudah dan gampang,” cetus Cak No kembali menirukan ucapan RM.

Saat itu, lanjut Cak No, dirinya masih menghargai pemilik warung yang kebetulan masih temennya.

“Lebih baik pamit pulang dengan alasan kerja dari pada emosi,” tegas Cak No.

Sementara, Risky selaku oknum LSM yang disebut oleh RM langsung menanggapi, bahwa dirinya siap dengan konsekuensi apapun dalam menjalankan aktifitas sebagai kontrol masyarakat.

“Ancaman seperti ini sudah biasa terjadi, bukan hanya kali ini saja, apalagi proyek yang digarap RM besarnya 14 milyar bukan nilai yang sedikit, dan anggaran APBD Banyuwangi itu sama aja uang rakyat Banyuwangi, jadi resiko apapun saya siap,” ujar Risky.

Menyikapi hal itu, Humas Perbakin Cabang Banyuwangi, Erwin Yudianto, SH menegaskan, pengunaan senjata api sudah diatur dalam Undang Undang, berikut ijin kepemilikan dan tata caranya.

Bagi setiap anggota Perbakin, tentu sudah tau tata caranya, kalau membawa senjata api hrs dilengkapi dengan surat ijin kepemilikan senjata api serta surat jalan, dan harus mengutamakan sefty atau keamanan.

“Jika disalahgunakan misalnya untuk menakut nakuti atau dipamer pamerkan tentu bisa dilaporkan dan dicabut ijin kepemilikannya,” tegas Erwin, Senin (09/09) malam.

Ia menjelaskan, untuk mendapat ijin kepemilikan senjata api setiap anggota Perbakin wajib mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Kepolisian, salah satunya yaitu, mengikuti uji menembak serta penataran yang dilakukan oleh pengurus Besar Perbakin yang bekerja sama dengan mabes Polri.

“Bagi yang lulus uji menembak dan penataran, diberikan sertifikat kelulusan. Belum lagi test kesehatan, test psycho dan lain lain. Jadi tidak mudah, semua harus terpenuhi baru dapat ijin,” pungkas Erwin.(nng)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*