BPJS Ketenagakerjaan Gresik Garap Pasar Pekerja Non Formal

FOTO : Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Ahmad Fauzie Usman (kanan) saat sosialisasi di hadapan Wartawan PWI dan KWG. (Ali)

GRESIK | BIDIK NEWS – Guna memperluas cakupan dan pemasaran, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik mulai intensif menggarap sektor non formal dan informal. 

Hal ini disebabkan jumlah penduduk potensial dan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan dari lingkup pabrikan masih belum seimbang. Sehingga masyarakat luas pekerja non formal dan informal juga perlu mendapatkan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu dilontarkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, Ahmad Fauzie Usman di hadapan Wartawan PWI dan KWG, Selasa (3/9/2019).

“Bagi pekerja pabrikan, kita dengan mudah memberikan sosialisasi, baik kepada pimpinan perusahaan dan juga kepada pekerjanya. Namun terhadap pekerja non formal yang jumlahnya lumayan banyak, ini yang mesti kita buka peluang. Mereka itu pekerja bengkel motor, warung kopi, toko busana, petani, bahkan wartawan yang kerjanya lebih banyak tantangan mesti ada perlindungannya,” tegas Fauzie.

Petani yang hampir tiap hari berkutat dengan  air, lumpur, tanah keras, dan lain lain. Cukup membayar iuran Rp 16.800 per bulan. Maka peserta non formal ini sudah mendapat perlindungan 2 program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Bagi teman-teman wartawan yang bertugas di Gresik dan belum di ikutkan BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaannya. Harapan kami bisa mendaftar secara perseorangan. Kita selalu siap untuk melakukan sosialisasi di masing-masing perusahaan pers, baik cetak maupun elektronik,” pungkas Fauzie. (ali)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*