Pemkab Jember Gelar Sosialisasi Biaya Pilkades Serentak 2019

FOTO :Bupati saat memberikan sosialisasi.(Monas)

JEMBER|BIDIK NEWS – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar sosialisasi ulang tentang biaya Pilkades serentak yang didanai APBD Kabupaten Jember tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di Aula PB. Soedirman pada Selasa, 13/08/2019 di sampaikan langsung oleh Bupati Jember dr. Hj Faida MMR.

Sosialisasi yang dilakukan kepada Camat, Pj. Kades, Ketua BPD, dan panitia Pilkades se-Kabupaten Jember ini berlangsung aman dan kondusif.

Dalam sosialisasinya, Bupati menjelaskan Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Pada pasal 34 ayat (6) tentang biaya pemilihan kepala desa yang dibebankan kepada APBD kabupaten atau kota adalah untuk pengadaan surat suara, kotak suara, dan kelengkapan lainnya.

Sementara dalam Permendagri No.65 tahun 2017 perubahan atas Permendagri No. 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa pada pasal 48 ayat (1) menyebut biaya pemilihan kepala Desa dan tugas panitia pemilihan Kabupaten/M
Kota, yang pelaksanaannya ditugaskan kepala Desa, dibebankan pada APBD.

Selain itu, Bupati juga menyebut jika pelaksanaan Pilkades memerlukan hal-hal di luar yang didanai APBD, maka panitia Pilkades tingkat Desa dan masyarakat Desa yang melaksanakan Pilkades dapat membiayai dari sumber dana lain yang sah sesuai ketentuan.

Bupati memberikan contoh tentang honor lembur yang telah ada acuannya di APBD. Jika lebih dari acuan yang ada, maka boleh dianggarkan di luar dari APBD dari sumber lain yang sah.

Untuk penggunaan anggaran dari APBD oleh panitia Pilkades tingkat Desa, Bupati mengungkapkan akan menugaskan tim pendamping dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Inspektorat.

“Supaya bunyi SPJ-nya jelas,secara global, ini yang menjadi tugas dari BPKA dan Inspektorat mendampingi secara administratif petugas Pilkades di lapangan. Panitia berhak mendapatkan pendampingan supaya tidak muncul masalah di belakang hari,” jelas Bupati.

Pendampingan ini bertujuan agar penggunaan Dana Pilkades tidak tumpang tindih maupun terjadi penghitungan ganda, meski pelaksanaannya jelas. “Untuk kebaikan semua,maka lebih baik ada evaluasi dari RAB (Rancangan Anggaran Biaya) sesuai dengan ketentuan,” tambah Bupati.

“Pengarahan ini untuk mencairkan dan menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Jember yang secara keseluruhan mencapai Rp. 11,5 milyar lebih, dan anggaran yang ada pada P-APBD hanyalah anggaran pengamanan. Selebihnya anggaran itu sudah ada di APBD awal,” terangnya. (Monas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*