Kenalkan Pemeriksaan Genomik, Prodia Undang Para Dokter Lewat Seminar 

FOTO : (ki-ka) L.M. Sriwoelan Region Head Prodia East Java Batara, Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD KAI, FINASIM., Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Prof. Gerard Pals, PhD, dr. Dewa Ayu Liona Dewi, SPGK, M.Kes, dan Dr. Trilis Yulianti, M.Kes, saat jumpa media di Gedung IDI Jl. Dr. Moestopo 117, Surabaya, Sabtu (10/8/2019). (hari)

SURABAYA|BIDIK NEWS – Laboratorium klinik Prodia terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan dengan meluncurkan pemeriksaan Genomik atau ‘Prodia Genomik’. Inovasi ini dikemas lewat seminar pemeriksaan Genomik dengan mengundang ratusan dokter se-Surabaya dan sekitarnya di Gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jl. Dr. Moestopo Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Hadir 4 praktisi kesehatan sebagai narasumber, yakni Prof. Gerard Pals, PhD, Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dr. Dewa Ayu Liona Dewi, SPGK, M.Kes, Dr. Trilis Yulianti, M.Kes dan moderator Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD KAI, FINASIM.

Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD KAI, FINASIM menjeoaskan, Genomik adalah bidang yang mempelajari genom, untuk memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar gen serta pengaruh lingkungan terhadapnya. Manusia memiliki sekitar 100 triliun sel di dalam tubuhnya. 

Di setiap sel terdiri dari kromosom yang tersusun dari susunan DNA. Susunan DNA disetiap manuai 99,9% sama, namun terdapat 0,1% perbedaan. Perbedaan itu menghasilkan keragaman seperti tinggi badan, warna rambut, warna mata, warna kulit serta kerentanan terhadap penyakit.

“Pemeriksaan genomik dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, tergantung jenis pemeriksaannya, misalnya memperkirakan risiko, diagnosis, monitoring serta pemilihan obat dan gaya hidup berdasarkan gen,” ujarnya. 

Dr. Trilis Yulianti, M.Kes, Product Manager PT Prodia Widyahusada menjelaskan, masih minimnya pengetahuan tentang pemeriksaan Genomik, melatarbelakangi Laboratorium Klinik Prodia mengadakan roadshow seminar dokter dengan tema “Good Doctor for Better Disease Prevention Seminar on Disease Prevention Through The Power of Genomic testing” di 18 kota besar. 

“Dalam pengaplikasian di bidang medis, adanya pemeriksaan Genomik membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventive medicine, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” pesannya.

Prodia, lanjut Dr. Trilis, sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia memiliki dedikasi tinggi untuk terus mengembangkan pemeriksaan-pemeriksaan terbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya menyediakan layanan Prodia Genomics.

“Ini merupakan salah satu layanan yang disediakan prodia untuk pemeriksaan Genomik dengan menggunakan teknologi terbaru seperti microarray. Sehingga saat ini di Indonesia pemeriksaan Genomik tidak perlu dikirim ke luar negeri, tapi bisa dilakukan di Prodia,” katanya.

Pemeriksaan Genomik yang ditujukan untuk menilai risiko terhadap beberapa penyakit saat ini sudah tersedia di Prodia. Diantaranya CArisk untuk melihat risiko terhadap beberapa jenis kanker. DIArisk untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes dan beberapa penyakit terkait diabetes.

Akan segera hadir pemeriksaan lainnya, yaitu CVDrisk (untuk melihat risiko penyakit kardiovaskular), DIArisk untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes, TENSrisk untuk melihat risiko penyakit hipertensi, IMMUNErisk untuk melihat risiko penyakit autoimun, Prodia Wellness Genomics untuk melihat risiko beberapa jenis penyakit. 

“Selain untuk menilai risiko penyakit, Prodia Genomik juga menyediakan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics untuk gaya hidup yang tepat berdasarkan profil Genomik dan Prodia Pharmacogenomics untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi,” pungkas Dr. Trilis. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*