Pangdam V Brawijaya Puji Kinerja BPBD Kota Batu

Terkait Penggunaan Waterbomb untuk Padamkan Kebakaran di Gunung Panderman

Pangdam V Brawijaya Mayor Jendral TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi mendatangi pos pantau Tahura Raden Soerjo di Desa Sumber Brantas, Kota Batu untuk mengetahui langsung perkembangan terakhir Gunung Arjuno yang sebelumnya dilanda kebakaran dan menghanguskan areal hutan sekitar 300 hektar


KOTA BATU |BIDIKNEWS — -Langkah yang diambil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dengan menggunakan waterbomb untuk mengatasi kebakaran di Gunung Arjuno dan Gunung Panderman, dinilai efektif oleh Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jendral TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Hal itu disampaikan Pangdam saat  mengunjungi Amongtani Balaikota Batu, Senin (5/8/2019).  Ia menerangkan keputusan  menghentikan kebakaran yang berpotensi merembet dan menghabiskan lebih banyak kerugian bagi daerah dengan waterbomb, putusan yang efektif.

“Tentu kami sangat mengapresiasi BPBD Kota Batu dan seluruh jajaran yang ikut menuntaskan kebakaran,” jelas Wisnoe.

Ia juga mengingatkan kepada tim gabungan untuk tidak lengah terhadap bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di pos pantau Tahura Desa Sumber Brantas Wisnoe memantau perkembangan terakhir dari kondisi Gunung Arjuno telah padam seluruhnya dan tim SAR gabungan masih akan memastikan bara api dengan turun langsung ke titik bara api.

Sementara itu Wisnoe yang dijadwalkan juga akan mengunjungi Pos Pantau Selorejo Dusun Gumuk membatalkan diri untuk mengunjungi pos pantau tersebut.

“Mungkin beliau sedang sibuk, namun kami juga bisa memastikan bahwa Gunung Panderman petak 212 juga sudah padam,” ungkap Hadi Mustofa Kepala Resort Pemangkuan Hutan Oro-oro Ombo.

Hadi menjelaskan, padamnya api di Gunung Panderman setelah guyuran waterbomb ketiga.

Dijelaskan pada waterbomb pertama, air tidak mengenai titik yang terbakar sama sekali karena angin yang kencang. Sedangkan pada siraman kedua seluas 3 hektar berhasil dipadamkan dan disiraman ketiga Gunung Panderman bisa padam seluruhnya.

Disinggung tentang penyebab kebakaran panderman pada petak 212, Hadi menegaskan kebakaran disebabkan oleh faktor alam.
“Kemungkinannya ada tiga yakni gesekan alang-alang, gesekan ranting cemara, dan rekahan tanah yang batunya menimpa batu lain dan menimbulkan percikan api,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan petak 212 bukan merupakan jalur pendakian dan masih berupa hutan lindung sehingga hampir tidak ada ditemui aktivitas manusia.(rul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*