Koopssus TNI Musuh Baru Melawan Terorisme Global

FOTO : ilustrasi

JAKARTA | BIDIK NEWS – Kini TNI memiliki payung hukum dalam pemberantasan terhadap ancaman aksi terorisme setelah Presiden Joko Widodo menerbitkan Perpres No.42 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua atas Perpres No.10 Tahun
2010 Tentang Susunan Organisasi TNI . Hal ini ditandai saat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, meresmikan Koopssus TNI (Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia) di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/7/2019).

Pembentukan Koopssus TNI selain berdasarkan Pepres juga ditindak lanjuti
dengan Perpang (Peraturan Panglima )TNI Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 19 Juli 2019 tentang Organisasi dan Tugas Komando Operasi Khusus TNI.

Dalam sambutannya ,
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan, dinamika ancaman asimetris yang terus berkembang menuntut kesiapan TNI untuk mengantisipasinya. Termasuk, dalam menghadapi berbagai ancaman terorisme global.

“Pada kesempatan ini saya tegaskan bahwa pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme adalah amanat UU. Terorisme dapat mengancam kedaulatan negara,” kata Panglima TNI.

Dijelaskan Panglima, Koopssus TNI akan melengkapi jajaran TNI sebagai satuan elite yang berasal dari Sat Gultor 81 dari Kopassus ( TNI AD) , Denjaka dari Marinir (TNI AL) dan Satbravo 90 (TNI AU) serta berasal dari prajurit-prajurit pilihan. Satuan ini juga merupakan implementasi dari 11 program prioritas TNI, yaitu pembentukan pasukan khusus Trimatra untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

“Saya tegaskan bahwa dengan dibentuknya Koopssus ini tidak mengerdilkan pasukan khusus masing-masing, tetapi justru untuk mensinergikan,” ucap Panglima.

Pembentukan Koopssus TNI bertujuan meningkatkan efektivitas TNI dalam merespons operasi khusus. Sebelumnya, dalam proses pelaksanaan operasi khusus, Mabes TNI perlu terlebih dahulu meminta pasukan kepada masing-masing matra.

Wilayah operasi Koopssus TNI bisa dilakukan di dalam dan luar negeri. Ada beberapa ketentuan yang mengenai Koopssus yang diatur dalam Perpres 42 Tahun 2019 yang menjadi cikal bakal pembentukannya.

Didalam salah satu pasalnya dijelaskan bahwa Koopssus bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan operasi khusus. Operasi yang dimaksud sangat membutuhkan kecepatan dan penyelesaian yang tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional, baik itu di dalam maupun di luar negeri.

Dalam peresmian itu , sebagai Komandan Upacara, Kolonel Mar Nanang Saefulloh, yang sehari-hari menjabat Komandan Denjaka. Pembentukan Koopssus TNI memiliki struktur organisasi terdiri dari eselon pimpinan, pembantu pimpinan, eselon pelayanan dan eselon pelaksana. Komandan Koopssus TNI saat ini dijabat Brigjen TNI Rochadi yang sebelumnya menjabat Dir A Bais TNI.

Pasukan yang terlibat dalam upacara terdiri dari pleton Satkorsik Denma Mabes TNI (31 orang), tiga peleton Koopssus TNI (Kompi 1), tiga peleton Kopassus TNI AD (Kompi 2), tiga peleton Marinir TNI AL (Kompi 3), tiga peleton Paskhas TNI AU (Kompi 4). Kemudian juga melibatkan tig Taipur Kostrad TNI AD (Kompi 5) dan Alutsista yang dikerahkan yaitu 1 unit ATAV, 2 unit Sea Rider, 2 unit Rantis Serbu, 1 unit Mars Tangga dan 1 unit P2 Komando.

Selain itu , Peresmian Koopssus TNI diisi dengan demontrasi free fallyang dilaksanakan dengan dua run. Untuk run 1 dilaksanakan enam parasutis dengan payung militer dan perlengkapan IPP set pasukan khusus. Run 2 dilaksanakan penerjun dengan membawa enam bendera lambang-lambang Angkatan yaitu Bendera TNI AD (Kartika Eka Paksi), Bendera TNI AL (Jalesveva Jayamahe), Bendera TNI AU (Tri Dharma Eka Karma), Bendera Koopssus TNI (Tricakti Adikari) dan Bendera Merah Putih.

Upacara peresmian Koopssus TNI juga dihadiri Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M Herindra, Dansesko TNI Marsdya TNI Trisno Hendradi, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia dan undangan lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*