Pemerintah Gerojok Rp 6,4 Triliun Untuk Pembangunan Destinasi Pariwisata

FOTO : Hiramsyah S. Thaib berdiskusi dengan tim saat kunjungan kerja ke Danau Toba. Pemerintah menambah anggaran Rp 6,4 triliun untuk mempercepat pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Manado. (Ist)

MEDAN|BIDIK NEWS – Berada diantara Bukit Barisan dan Samudera Indonesia, Geopark Kaldera Toba memiliki keelokan alam yang beragam. Laboratorium geologi, geomorfologi alamnya didukung pula dengan keragaman budaya dari suku Batak yang mengelilingi Danau Toba, menjadi daya tarik tersendiri.

Danau Toba, salah satu dari 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan langsung oleh Presiden RI, diharapkan menjadi danau yang akan menjadi destinasi kelas dunia paling eksotis dibanding destinasi lainnya. Kunjungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini bagian dari program meningkatkan nilai pariwisata Kaldera Toba.

Dalam kunjungan ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Dadang Rizki Ratman Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas), Arie Prasetyo Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba serta jajaran pejabat kementerian dan lembaga lainnya.

Kunjungan kerja ke The Kaldera Danau Toba ini dalam rangka melakukan pemantauan dan evaluasi progres perkembangan pariwisata. Dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat koordinasi dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Destinasi Danau Toba merupakan salah satu destinasi prioritas yang mendapatkan anggaran tambahan pada APBN 2020. Berdasarkan hasil Rapat Terbatas Presiden, pemerintah akan menambahkan anggaran sebesar Rp 6,4 triliun untuk mempercepat pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo-Flores, Mandalika, dan Manado.

Tambahan anggaran ini mendorong Kemenpar untuk mempercepat seluruh program destinasi dengan mengadakan rapat dan membahas progres mingguan dari masing-masing destinasi pariwisata prioritas tersebut.

Arief Yahya mengatakan, Kemenpar memiliki target jumlah wisatawan mancanegara pada 2019 sebesar 20 juta dengan target jumlah devisa Rp 240 triliun dan perjalanan wisatawan dalam negeri sebanyak 275 juta.

“Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15% pada Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Arief akhir pekan kemarin.

Untuk kawasan destinasi yang cukup luas, dibanding Badan Otorita Pariwisata lainnya yang  terdiri dari 8 kabupaten. Terdapat kenaikan yang cukup signifikan pada pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Samosir, yaitu sebesar 81% dari tahun 2016 ke 2017. Dengan pertumbuhan PAD di kab sekitar Danau Toba 2016-2017 mencapai 70%.

Sebagai salah satu Geopark yang sedang menjalani proses menuju UNESCO Global Geopark (UGG), Geopark Nasional Kaldera Toba (GNKT) masih menunggu pengumuman sekitar September 2019.

“Insya Allah di September 2019 ini Geopark Kaldera Toba mendapatkan status UGG. Sesuai usulan, kami akan menjadikan 16 site Geopark Kaldera Toba menjadi quick wins Atraksi BPODT,” ucap Hiramsyah S. Thaib.

Mengacu sebaran dan identifikasi singkapan batuan dan situs-situs geologi, Kaldera Toba terdiri dari 16 geosite yang dikelompokkan menjadi 4 Geoarea. Berdasarkan pertimbangan kondisi geografisnya, dipilah menjadi Geoarea Kaldera Porsea, Kaldera Haranggaol, Kaldera Sibandang, dan Geoarea Pulau Samosir.

Geoarea Kaldera Haranggaol yang berada di ujung Utara GKT, terdiri dari beberapa geosite (situs kebumian), salah satunya adalah Geosite Tongging Sipiso-piso.

Demi mendongkrak kesiapan seluruh ekosistemnya untuk mendukung quick wins ini, Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas bersama dengan jajaran direksi BPODT sudah menyelenggarakan pertemuan untuk membahas progres sesuai framework ekosistem pariwisata yaitu Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A), yang termasuk kedalam 9 pilar Transformer.

Selain Kaldera Toba, rombongan meninjau salah satu atraksi amenitas andalan sekitar Danau Toba yaitu Desa Wisata Sigapiton, hanya 30 menit dari Parapat, disambut oleh Ketua Tim Percepatan Homestay Desa Wisata, Anneke Prasyanti.

Arief Yahya berharap, sumber daya manusia harus ditingkatkan untuk menunjang sumber daya yang sudah ada. Di sana terdapat homestay dan rumah tradisional yang didukung langsung pembangunannya oleh Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata.

Hiramsyah pun menuturkan, salah satu strategi membangun destinasi dapat melalui pengembangan desa wisata yang ada di sekitar daerah pengembangan 10 Bali Baru.

“Kekayaan dan keunikan alam serta budaya kita begitu eksotik, penuh daya tarik. Seluruh dunia harus melihat itu,” tegasnya.

Untuk akses menuju ke Desa Sigapiton, Bupati Tobasa, Darwin Triadi menjanjikan bantuan pembangunan jalan dari Desa Sigapiton. BPODT pun siap mendukung pembangunan desa wisata tersebut. Dukungan ini tentu mempermudah akses wisatawan yang berwisata ke Desa Wisata Sigapiton.

“Dengan tawaran menarik homestay yang hanya Rp 85.000/malam, wisatawan dapat merasakan keindahan alam dari mulai danau hingga atraksi sekitar,” ujar Anneke, Ketua Tim Percepatan Homestay. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*