Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo dan PLKK Wujudkan Layanan Prima

Kiri-kanan) Faridah Hanum Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Gigih Mulyo Utomo, Dodo Suharto, Heru Wahyudi dan Guguk Heru Triyoko saat penyerahan santunan kematian JKK di hotel JW Marriott. (Foto : hari)

SURABAYA | BIDIK NEWS – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo mengedukasi kepada mitranya, yakni Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) melalui program pembinaan guna mengoptimalisasikan Tagihan Klaim Pending JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dari PLKK.

Hadir sebanyak 61 undangan dari 20 PLKK kerjasama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo dengan utilisasi klaim JKK tertinggi.

Dodo Suharto, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menjelaskan, 
kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pemberian pelayanan kepada peserta dan penyeragaman informasi ter-update tentang koordinasi pelayanan kesehatan Program JKK dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

“Ada 4 program yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP),” kata Dodo didepan para mitra PLKK, Selasa (23/7/2019).

Sedangkan Gigih Mulyo Utomo, Kepala Bagian Pelayanan BPJS Ketenagakaerjaan Kanwil Jatim memberikan paparan Sinergi Pelayanan Peserta BPJS Ketenagakerjaan tentang Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (KK-PAK). 

“Penekanan utamanya adalah diperlukan kesigapan dan koordinasi apik antara petugas BPJS Ketenagakerjaan dan pihak PLKK Kerjasama dalam memberikan pelayanan prima kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami KK-PAK,” ujarnya.

Sementara itu, Guguk Heru Triyoko, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo selalu berinovasi dalam meningkatkan pelayanan. Hal ini terbukti dengan sinergisme yang harmonis dalam kerjasama dengan seluruh PLKK sebagai wujud nyata pemberian pelayanan kepada peserta         

Total keseluruhan PLKK kerjasama Surabaya Darmo sebanyak 66 PLKK. Terdiri dari 12 Rumah Sakit (RS) dan 44 Klinik kerjasama. “Kami berharap seluruh pekerja mendapatkan pelayanan prima sesuai haknya. Sehingga kesejahteraan pekerja dapat benar-benar dirasakan”, tegasnya.

BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, lanjutnya, selalu berinovasi dalam meningkatkan pelayanan. Hal ini terbukti dengan sinergisme yang harmonis dalam kerjasama dengan seluruh PLKK sebagai wujud nyata pemberian pelayanan kepada peserta                            BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami KK-PAK. 

“Ditambah lagi perusahaan yang mendukung program Return to Work (Program Kembali Bekerja) sudah 1.089 perusahaan. Inilah bukti nyata BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan layanan prima untuk kehidupan pekerja yang seja,” ucapnya.

Sementara itu, hingga Juni 2019, kepesertaan perusahaan aktif di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo sebanyak 5.250 perusahaan. Total tenaga kerja aktif untuk Penerima Upah (PU) 136.015 tenaga kerja, untuk tenaga kerja aktif yang Bukan Penerima Upah  (BPU) 7.838 tenaga kerja dan total Proyek Jasa Konstruksi (Jakon) aktif sebanyak 384 proyek.

Sedangkan untuk klaim santunan, Surabaya Darmo telah membayarkan total Rp 106,67 miliar (8.988 kasus). Rinciannya, JHT Rp 97,59 miliar (7.194 kasus), JKM  Rp 2,12 miliar (72 kasus), JKK Rp. 6,62 miliar (1.185) dan JP sebesar Rp. 336,65 juta.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan santunan kematian JKK senilai Rp 544,250,058 kepada Indira Meidhy Swasti, karyawati Bank Mandiri yang meninggal karena kecelakaan kerja. Secara simbolis, santunan diterima suami almarhum, yakni Heru Wahyudi sebagai ahli waris. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*