Kolaborasi KPPU, PBNU dan HPN Awasi Persaingan Usaha Tidak Sehat

FOTO : KPPU saat melakukan MoU dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta. (Ist)

JAKARTA|BIDIK NEWS – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan MoU dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), Sabtu, (20/7/2019) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

MoU tersebut dalam rangka mengajak institusi NU untuk membantu sosialisasi dan diseminasi prinsip-prinsip persaingan usaha di lingkungan Nahdlatul Ulama. KPPU berencana masuk melakukan sosialisasi maupun advokasi di lingkungan pelaku usaha di komunitas warga NU. 

NU sebagai organisasi islam terbesar, untuk itu diyakini bahwa mayoritas pelaku UMKM Indonesia  adalah warga NU. Selain itu, dalam rangka diseminasi prinsip persaingan usaha yang sehat, KPPU berkepentingan mengajak institusi pendidikan di lingkungan NU turut mengkaji ilmu persaingan usaha, baik di lingkungan perguruan tinggi NU maupun madrasah dan pesantren.

Dalam upaya diseminasi pada lingkungan pesantren tersebut, direncanakan juga untuk membuat kajian penulisan buku teks fiqh persaingan usaha yang akan disusun PBNU dengan KPPU. Bahwa etika persaingan usaha sesunguhnya inheren, bahkan telah diatur dalam fiqh muamalah islam. 

“KPPU ingin mendapat perspektif yang lebih mendalam tentang fiqh persaingan usaha dalam menghadapi era disrupsi yang akan selalu muncul dan harus direspon baik oleh pelaku usaha, regulator, maupun publik pada umumnya,” kata Afif Hasbullah, Komisioner KPPU.

MoU ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj dan Ketua KPPU RI Kurnia Toha, serta Ketua HPN Abdul Kholik dan Ketua KPPU. Nampak hadir Komisioner KPPU Afif Hasbullah dan Ukay Karyadi, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Pendiri HPN Asad Said Ali, Ketua Umum HPN Abdul Kholik, Beberapa Dirut BUMN, dan pelaku usaha di lingkungan nahdliyin.

Kegiatan yang diinisiasi Anggota KPPU Afif Hasbullah yang juga kader NU ini berhasil menginventarisir beberapa masukan dari pelaku usaha mikro dan kecil HPN. Misalnya terkait hambatan yang dirasakan dalam menjalankan bisnisnya, khususnya terkait hambatan yang ditimbulkan oleh kebijakan dan regulasi pemerintah juga disampaikan pada KPPU.

“Dalam hal ini KPPU akan mengkaji Untuk selanjutnya dikeluarkan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah jika regulasi tersebut memang mengganggu persaingan usaha yang sehat,” pungkas Afif. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*