Kejati Jatim ” Garap ” Kembali Korupsi Dana Hibah PSSI Kota Pasuruan

FOTO : Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan . (Jaka)

SURABAYA l BIDIK NEWS – Kasus tindak pidana korupsi dana hibah tahun anggaran 2013 hingga 2015, dari Pemkot Pasuruan kepada KONI Kota Pasuruan, kini kembali ditangani oleh tim penyidik pidana khusus Kejati Jatim. (12/07/2019).

Kasus dugaan korupsi di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Pasuruan itu, kini berlanjut kembali setelah Polda Jatim menetapkan dan menahan satu orang tersangka yakni Edy Hari Respati, mantan ketua PSSI periode 2013-2015.

Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan, saat ditemui dikantornya mengatakan, bahwa Kejati Jatim sebenarnya telah menerima Surat Perintah Dimulai Penyelidikan (SPDP) sudah sejak tahun 2017. Namun baru sekira 2 pekan yang lalu pihaknya menerima kabar dari Polda Jatim bahwa telah di tetapkannya mantan ketua PSSI Edy Hari Respati sebagai Tersangka dan menahannya.

“Sudah kami terima SPDP nya tahun 2017, dan baru dua minggu lalu kami terima kabar bahwa tersangka ditahan. Untuk kasus ini juga sudah ada penunjukkan jaksa peneliti, ada 3 orang. Ini bahkan ada jaksa ya yang udah pindah,” jelas Didik.

Masih menurut Didik, dengan adanya penetapan dan penahanan tersangka Edy Hari Respati oleh Polda Jatim ini, pihaknya akan kembali menggarap kasus tersebut, setelah berkasnya telah di terima penyidik.

“Kita tunggu berkasnya, ” pungkas Didik.

Untuk diketahui, Subdit lll/Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan Edy Hari Respati mantan ketua PSSI Kota Pasuruan periode 2013-2015 guna menjalani pemeriksaan.

Edy ditetapkan sebagai tersangka setelah dari Laporan Hasil Pemeriksaan/Audit yang telah dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jatim, di temukan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 3.883.480.409,- saat Edy mendapat ketua.

Tersangka melakukan pembuatan LPJ atas penggunaan dana hibah PSSI Cabang Kota Pasuruan/Asosiasi PSSI Kota Pasuruan yang berisi data-data fiktif dan mark-up anggaran Pemkot Pasuruan yang dikucurkan untuk kegiatan kompetisi PSSI dan pembinaan klub sepak bola, terjadi penyimpangan anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa proposal permohonan dana hibah yang diajukan PSSI Cabang Kota Pasuruan/Asosiasi PSSI Kota Pasuruan pada tahun 2013, 2014 dan 2015, LPJ penggunaan dana hibah yang telah diterima PSSI Cabang Kota Pasuruan/Asosiasi PSSI Kota Pasuruan pada tahun 2013, 2014 dan 2015, 1 (satu) buah laptop yang dipergunakan untuk melakukan pembuatan proposal dan LPJ dana hibah PSSI Cabang Kota Pasuruan/Asosiasi PSSI Kota Pasuruan pada tahun 2013, 2014 dan 2015 kepada Pemkot Pasuruan melalui KONI. (j4k)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*