Wellem Mintarja, saat jumpa pers di PN Surabaya

SURABAYA l BIDIKNEWS – Sidang lanjutan perkara penganiayaan yang diduga dilakukan oleh koordinator sekuriti perumahan Wisata Bukit Mas (WBM), Christian Novianto, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan, yakni dokter visum. (11/07/2019).

Sidang yang digelar di ruang Sari 2 tersebut, akhirnya mengalami penundaan oleh karena saksi tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan H dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

” Mohon maaf majelis hakim, saksi tidak dapat hadir hari ini, ” ucap JPU Suparlan saat ditanya Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki terkait saksi dokter visum.

Hakim Maxi kemudian memutuskan sidang ditunda untuk pemanggilan saksi kembali pada pekan mendatang, Kamis (18/07/2019).

Usai sidang, Wellem Mintarja, penasehat hukum terdakwa, ketika di minta tanggapannya terkait penundaan sidang karena saksi tak hadir mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan hal tersebut terjadi.

“Sebetulnya saya sangat menyayangkan sekali sidang hari ini di tunda,” keluh Wellem.

Wellem menambahkan, sejatinya pada sidang kali ini, dirinya ingin menunjukkan kejanggalan bukti hasil visum korban Oscar yang di keluarkan oleh dokter Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kalau tadi sidang jadi digelar, kami akan menunjukkan banyak sekali kejanggalan yang ada di hasil visum korban,” imbuh Wellem.

Lebih lanjut Wellem mengatakan, hasil visum yang menurutnya janggal adalah adanya pemeriksaan asam lambung, CT Scan kepala, Hipertensi,obat penenang, dan obat demam. Menurutnya hal tersebut tidak ada korelasinya.

” Pada fakta persidangan sebelumnya, korban mengaku membenarkan luka lecet. Majelis hakim dan jaksapun membenarkan. Lha ini kan ngga Ada korelasinya. Sampai di hasil visum ditampilkan pemeriksaan asam lambung, CT Scan kepala, Hipertensi, obat penenang dan obat demam, dan itu di masukkan ke dalam BAP penyidikan, ” lanjut Wellem.

Di akhir wawancara, Wellem menyampaikan harapannya agar bisa menghadirkan saksi dokter visum agar perkara ini bisa dibuktikan kebenarannya melalui fakta persidangan.

“Saya berharap, pada sidang selanjutnya saksi dokter yang mengeluarkan hasil visum bisa hadir. Agar perkara ini jadi terang benderang terkait kebenarannya, ” pungkas Wellem. (j4k)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here