Daun Ashitaba Bisa Sembuhkan Luka Bakar

TEMUAN MAHASISWA UNAIR

Tiga mahasiswa FKH dan FF Unair berinovasi melakukan kolaborasi penelitian. (Foto : Ist)

SURABAYA | BIDIKNEWS – Luka bakar merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan ditandai cedera pada kulit atau kerusakan jaringan lainnya. Luka bakar dapat disebabkan kontak dengan panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan atau kontak dengan bahan kimia dengan tingkat prevalensi 0,7% dari jumlah penduduk Indonesia.

Berdasarkan World Health Organization (2018), terjadi 265.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia akibat luka bakar. Sedangkan Indonesia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), luka bakar menyebabkan 195.000 jiwa meninggaI setiap tahun.

Melihat Fenomena itu, mahasiswa Fakultas Kedookteran Hewan (FKH) dan mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan kolaborasi penelitian.

Yakni Akhmad Afifudin Al-Anshori mahasiswa FKH, Muhamad Kharis Suhud mahasiswa FKH dan Alif Noviana Ismi mahasiswa FF. Kolaborasi ketiganya menemukan terapi transdermal delivery dari daun ashitaba (angelica keiskei) dalam bentuk sediaan “nanoethosomal gel” untuk penyembuhan luka bakar.

Dari hasil penelitian tersebut, Afif salah satu tim menjelaskan, gagasan yang mereka susun dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) berjudul “Nano Ethosomal Gel Daun Angelica keiskeiSebagai Transdermal Delivery Kesembuhan Luka Bakar”. Dibawah bimbingan Dr. Lilik Maslachah., M.Kes.,drh., proposal itu berhasil lolos seleksi DIKTI. Sehingga berhak atas dana hibah penelitian dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018-2019.

Dijelaskan Afif alasan memilih ashitaba, karena tanaman tersebut merupakan tanaman yang mempunyai potensi besar sebagai obat tradisional. Hampir seluruh bagian dari tanaman ashitaba, secara empiris telah digunakan masyarakat sekitar perkebunan ashitaba di Desa Ketapanrame, Trawas, Kab. Mojokerto.

“Penggunaanya untuk beberapa penyakit misalnya antihipertensi, antidiabetes, dan menurunkan kholestrol,” ujar Afif, ketua tim peneliti, Selasa (11/6/2019).

Nagian daun ashitaba, katanya, mengandung zat flafonoid, tanin, triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan dibanding bagian lain. Kandungan senyawa itu mampu membantu memperbaiki kerusakan sel akibat induksi luka bakar.

“Antioksidan dari daun ashitaba mampu memicu produksi kolagen dan peningkatan Vascular Endothelial Growth Factor(VEGF). Aktivitas antiinflamasi terjadi dengan cara mengurangi gejala inflamasi seperti sakit ke merahan, dan bengkak. Dan aktivitas antibakteri bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri,” ujarnya.

Efisiensi terapi transdermal system pada luka bakar dapat diberikan dalam bentuk sediaan nanoethosomal gel yang merupakan pembawa vesikuler baru untuk meningkatkan pengiriman melalui kulit. Ukuran vesikula nanoethosomal dapat dimodulasi dari mikron menjadi 10 nanomikro.

“Nanoethosomal gel dapat meningkatkan bioavailabilitas dari obat, sehingga dapat menembus ruang antarsel pada organ yang kecil sekalipun. Kelebihan nanoethosomal gel lainnya dapat meningkatkan spesifitas target dari obat, sehingga lebih tepat sasaran. Sediaan dalam bentuk gel lebih banyak digunakan karena mudah mengering, membentuk lapisan film yang mudah dicuci dan memberikan rasa dingin di kulit. Sediaan gel mempunyai kadar air yang tinggi, sehingga dapat menghidrasi stratum corneum,” jelasnya.

Uji coba pemberian nanoethosomal gel itu dilakukan pada tikus wistar yang di Induksi luka bakar dan telah menunjukkan hasil yang signifikan pengaruh pemberian nanoethosomal tersebut.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah dalam meningkatakan kesehatan kulit yang mengalami luka bakar. Serta menjadi referensi ilmiah terkait kemampuan nanopartikel daun ashitaba yang dibuat dalam sediaan nanoethosomal gel dan menjadi rujukan bagi kesembuhan luka bakar pada penelitian dengan model hewan coba tikus,” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*