Bulog Butuh Penyaluran Beras Secepatnya

Stok beras yang tersimpan digudang Bulog membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. Upaya ini untuk menjaga kualitas beras dan mencegah serangan hama atau hewan pengganggu. (Foto : Ist)

SIDOARJO | BIDIKNEWS — Perum Bulog memerlukan penyaluran beras dengan segera. Hal ini mendesak dilakukan karena stok beras saat ini melimpah dan penyerapan dari petani terus berjalan untuk menjaga stabilitas harga gabah.

Stok beras itu telah berada di gudang selama setahun. Dengan demikian terancam mengalami penurunan kualitas sehingga tidak layak konsumsi.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi di Gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara di Kec. Buduran, Sidoarjo, Jatim mengatakan, stok beras saat ini mencapai 2,2 juta ton. Jumlah stok itu 1,2 juta ton merupakan beras impor dan 1 juta ton beras produksi dalam negeri.

Stok terus bertambah karena penyerapan beras hasil panen petani secara nasional 10.000-15.000 ton per hari dan di Jatim 3.000 ton per hari. Bulog tetap menyerap gabah petani kendati stok beras melimpah. Hal itu sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah saat panen raya agar tidak jatuh.

Sedangkan Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim menambahkan, stok beras yang tersimpan sudah 1 tahun, sehingga memiliki konsekuensi biaya perawatan yang tinggi. Biaya itu untuk menjaga kualitas beras dan mencegah serangan hama atau hewan pengganggu. 

”Semakin lama beras disimpan di gudang, akan memengaruhi kualitas. Kami harus memusnahkan beras yang kualitasnya buruk karena tidak layak konsumsi,” ujar Hasyim baru-baru ini. (*/hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*