Ratusan Penari Barong Meriahkan ‘Ngabuburong’ 2019

Ratusan pemain barong dari 17 daerah di Jatim melakukan “Tari Barong” massal di halaman Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya. (Foto : Ist)

SURABAYA | BIDIKNEWS – Ratusan pemain barong dari 17 daerah di Jatim melakukan “Tari Barong” massal di halaman Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, Kamis (30/5/2019) petang. Kegiatan itu menandai acara “Ngabuburit Pembarong” atau “Ngabuburong” 2019, yang digelar Budaya Nusantara Seni Tradisi Lokal HIPREJS (BN Setaloka HIPREJS) Jatim. Sebelumnya diadakan orasi kebudayaan.

Ketua Umum BN Setaloka HIPREJS Jatim, Tri Suryanto menjelaskan, kegiatan ini murni berawal dari lubuk hati seniman tradisional, khususnya seniman barong yang ada di berbagai daerah di Jatim.

”Ramadhan yang penuh berkah ini, kita mau ngapain. Apa yang bisa kita perbuat dan berbagi. Akhirnya lahirlah ide ngabuburit bersama para pembarong ini yaitu Ngabuburong,” kata Tri Suryanto.

Yang menggembirakan, lanjut Tri, ratusan pembarong yang tampil adalah generasi milenial. Ini membuktikan, aktivitas kebudayaan para pemuda dapat diharapkan menjadi perekat kebersamaan dan kesatuan bangsa untuk menjadikan Indonesia NKRI seperti sekarang ini. Merekatkan kebangsaan melalui kebudayaan itu sangat penting karena ini identitas bangsa Indonesia.

”Melalui budaya mari kita rekatkan perbendaan-perbedaan yang ada dalam bangsa kita menjadi sebuah kesatuan yang utuh sebagai jati diri bangsa,” tambahnya.

Sementara Irfan Hariandja, Manager Kapal Selam yang juga Dewan Pengawas BN Setaloka HIPREJS Jatim mengaku terharu dengan ratusan penari barong yang hadir ini didominasi anak muda. Dan berharap masa depan kebudayaan dan jatidiri bangsa ini bisa terus dilestarikan oleh kaum milenial ini.

”Jadi, sepertinya acara massal seperti ini perlu diagendakan rutin. Ada Ngabuburong 2019 berarti akan ada Ngabuburong 2020 dan seterusnya. Mudah-mudahan semua itu untuk satu, yaitu kebudayaan, dimana dengan kebudayaan bisa merekatkan kebersamaan dan persatuan bangsa. Sehingga masyarakat umum perlu melihat aksi budaya seperti ini,” kata Irfan.

Monkasel, lanjutnya, siap menjadi tuan rumah lagi ‘Ngabuburong’ untuk tahun-tahun mendatang. “Maju terus anak muda, teruslah berkarya mengangkat budaya yang memang seharusnya kita kembangkan dan lestarikan,” pesan Irfan Hariandja.

Sedangkan Kadisbudpar Jatim Sinarto, juga menyampaikan harapannya semoga acara Ngabuburong menjadi agenda rutin di Surabaya, masuk calendar of event.

”Jangan alergi dengan kata-kata kepariwisataan. Kita ini ikut ‘menjual’ dalam arti mempromosikan nilai-nilai budaya bangsa. Kita usung budayanya, kita kemas kegiatannya sebagus mungkin. Mudah-mudahan tahun depan tarian barong secara massal seperti ini bisa kita angkat sebagai suatu performa yang membanggakan,” kata Pak Sin, panggilan akrab Sinarto.

Ia informasikan, bulan April tahun 2020 di Kota Surabaya akan dilaksanakan “Majapahit International Travel Fair” (MITF). Dimana ada 120 buyer yang akan dihadirkan. Untuk itu pihaknya “melamar” kepada para penari-penari barong se-Jatim ini untuk bisa dan bersedia tampil dalam acara internasional tersebut.

”Saya kagum atas penampilan para penari barong ini. Saya yakin ini bisa didorong penampilannya menjadi lebih baik lagi, sehingga sajian tari barong massal sangat pantas untuk ditampilkan didepan para 120 buyer dari mancanegara,” kata Sinarto.

Jika tidak ada perubahan, MITF akan dilaksanakan pada 9-15 April 2020. “Jadi kepada wisatawan mancanegara akan disajikan tarian barong secara massal. Apalagi, konon tari Barong ini merupakan budaya asli dari Jatim, sehingga sangat tepat untuk ditawarkan ke manca-negara sebagai kebudayaan dan kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*