Head of Marketing Crowde, Afifa saat menunjukkan aplikasi Crowde kepada media di hotel Yellow. (Foto : hari)

BIDIK NEWS | SURABAYA – Aplikasi baru, yakni Crowde hadir ke Surabaya untuk mengajak para investor membatu para petani. Crowde,  mengajak untuk menjadi pemodal dengan minimal investasi sebesar Rp10.000. Crowde sendiri sudah aman dan terdaftar serta mendapat pengawasan langsun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Head of Marketing Crowde, Afifa mengatakan, Crowde menjawab semua kebutuhan para petani. Muncul 2 tahun lalu, kini, Crowde lebih maju dengan adanya aplikasi yang bisa di download melalui playstore ponsel android. Hingga hari ini, sekitar 1000 pendownload. Sementara untuk petani yang menjadi bagian dari Crowde sebanyak 6.085 dengan investor yang bergabung sebanyak 14 ribu orang.

“Dari sekian banyak investor, total dana yang sudah tersalurkan sebanyak Rp 87 miliar. Diharapkan, hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 100 miliar dengan penambahan investor 12x lipat dari sekarang,” katanya, Selasa (8/5).

Ia menambahkan, sejauh ini jumlah investasi masing-masing pemodal berbeda-beda. Yang paling besar Rp 271.155.000. Dengan 3 pilihan skema, yakni skema bagi hasil, skema pinjaman dan skema syariah. Ke-3’nya bisa dipilih untuk melanjutkan kerjasama tersebut.

Untuk bagi hasil, investor mendapatkan prosentase dari keuntungan tersebut. Sedangkan skema pinjaman, biasanya dipakai untuk petani distribusi. Dan skema syariah, hampir sama dengan skema bagi hasil hanya saja berlaku akad di awal.

Sebelum aplikasi ini ada, Crowde sudah memiliki website yang bisa dijalankan, menjadi wadah bertemunya investor dan petani. Dan dengan adanya aplikasi Crowde, lebih mudah dalam mengkasesnya.

“Untuk awal investasi, dimulai dengan modal Rp 10 ribu. Nanti pemodal bisa memilih petani mana yang akan diberi modal. Dan kita juga menjelaskan, ada resiko jika kita gagal. Namun, jika tidak ada resiko, kita akan menerima keuntungan. Jadi sudah kita jelaskan,” terangnya.

Sementara itu, beberapa kota yang paling banyak bergabung di Crowde adalah Jabodetabek, Surabaya, Medan dan Makasar yang saat ini mulai berkembang. Karena itulah pihaknya datang ke Surabaya, berharap Surabaya peduli terhadap pertanian.

Meski kini tidak hanya fokus pada pertanian, tetapi juga peternakan dan perikanan. “Jangan sampai mereka tidak ada modal, lalu menjual lahan yang mereka punya. Kemudian mereka beralih profesi misalnya ojek online atau lainnya,” tandasnya.

“Sebelum hal tersebut banyak terjadi, kita harusnya membantu mereka supaya tetap bisa berladang. Kita juga membantu mereka membeli produk, pupuk, atau bahan lainnya untuk berladang di toko yang sudah bekerjasama dengan kita. Sehingga tidak akan tertipu. Tidak hanya itu, kita bisa mendistribusikan hasil panen mereka di beberapa tempat. Salah satunya di Lottemart, selanjutnya akan merambah ke Giant dan Carefour Bandung,” pungkasnya. (hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here